4 Jam Belum Ditemukan, Pencarian Satu Korban Tercebur ke Sungai Brantas Jombang Dihentikan

Area lokasi satu keluarga asal Desa Banjardowo, tercebur ke Sungai Brantas antara Plandaan dengan Megaluh, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Penyisiran salah satu korban tenggelam di sungai Brantas, Desa/ Kecamatan Megaluh, Jombang, dihentikan sementara, Sabtu (9/4/2022) malam.

Ini setelah selama 4 jam pencarian, Muhamad Iswahyudi (29), satu dari tiga korban tenggelam saat naik perahu tambang tersebut belum juga diketahui keberadaannya. Pencarian akan dilanjutkan Minggu besok pagi.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria mengatakan, penyisiran hari ini dilakukan hingga radius 3 kilomter dari titik awal satu keluarga asal Dusun Gempolpait, Desa Banjardowo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang itu tercebur.

Pencarian dihentikan sementara, lanjutnya, karena ada sejumlah hambatan yang dialami petugas. Selain gelap, kondisi arus sungai Brantas juga sedang deras, sehingga cukup mempersulit petugas untuk segera menemukan korban.

“Selain itu, debit sungai yang cukup besar dan warnanya keruh juga mempersulit upaya kami. Ada satu tim yang kami terjunkan dan kami akan melakukan pencarian sampai batas yang kami tentukan malam ini,” kata pria yang akrab disapa Pepi ini.

Pepi mengungkapkan, situasi yang tidak memungkinkan ini membuat tim BPBD Jombang menghentikan sementara proses pencarian. “Tidak memungkinkan, kami lanjutkan pencarian besok pagi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Muhamad Iswahyudi bersama istrinya Imroatul Azizah (28) serta anaknya M Naufal Falakhuddi (8) tercebur ke sungai Brantas saat naik perahu tambang di lokasi penyeberangan Desa. Kecamatan Megaluh, Sabu (9/4/2022) sekitar jam 16.00 WIB.

Kejadian nahas ini diduga disebabkan saat sang anak, Naufal yang tak sengaja menarik tuas gas sepeda motor matik yang mereka kendarai. Akibatnya, sepeda motor itu melaju dan langsung tercebur ke sungai.

Saat kejadian, perahu tambang yang dioperatori Nasrullah (46) itu sedang berjalan dan masih berada di tengah-tengah sungai. Selain korban, ada 4 penumpang lain yang juga turut menyeberang dari arah Plandaan menuju ke Megaluh.

Ketiganya langsung tercebur bersama sepeda motornya. Sang anak, Naufal berhasil diselamatkan penumpang lain. Sementara ibunya, Imroatul Azizah ditemukan meninggal sekitar 50 meter dari titik awal mereka tercebur. Sedangkan sang ayah, Mohamad Iswahyudi hingga kini masih dalam pencarian. *)

Baca sebelumnya:
Ini Identitas Satu Keluarga di Jombang yang Tercebur Saat Naik Perahu Tambang Sungai Brantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.