Ada Hotel Kucing di Jombang, Solusi Saat Hewan Piaraan Ditinggal Mudik

Hotel khusus kucing milik Wahyuni Septiana (27), di Dusun/ Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Bagi warga yang hendak mudik saat Idul Fitri, tentu khawatir dengan hewan peliharaan kesayangannya. Ditinggal di rumah begitu saja, siapa yang merawatnya. Kalau dibawa mudik, serasa tidak memungkinkan.

Nah, solusinya, bisa dititipkan di hotel hewan. Hanya saja, tempat penitipan hewan ini bukan untuk semua jenis hewan, tapi khusus kucing. Yaitu, Cat House milik Wahyuni Septiana (27), berlokasi di Dusun/ Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Hotel bagi kucing tersebut, berada di belakang rumahnya. Tampak, tempat itu memang sudah dirancang agar kucing betah berada di dalam kurungan berderet. Di masing-masing kurungan, dilengkapi makanan dan minuman. Sedangkan di pintunya, diberi tanda sesuai nama kucing.

Selain rapi, kondisi hotel kucing ini cukup bersih dan tidak bau kotoran kucing. Wahyuni juga mempercantik tembok cat house-nya dengan pemandangan dan bunga warna-warni.

Wahyuni mengaku, setiap tahun ramai menerima kucing yang ditinggal pemiliknya untuk dirawat. Tepatnya sejak Ramadan hingga Idul Fitri. Menurutnya, jasa penitipan kucing ini sudah lama dilakoninya, sebelum virus Corona melanda Kabupaten Jombang.

“Tarifnya, kucing sehat ukuran kecil Rp 15 ribu per hari. Kalau kucing dewasa Rp 30 ribu per hari. Harga segitu cukup murah, karena kalau kucing sehat tidak memerlukan perawatan lebih,” ujar Wahyuni, Sabtu (16/4/2022) siang.

Perawatan yang dilakukan, kata Wahyuni, di antaranya pembersihan kandang dari kotoran kucing setiap pagi, makan dan minum. Tak hanya itu, dia menjatah vitamin agar sang kucing tetap sehat.

Bagi kucing kurang sehat, Wahyuni mengatakan harga per harinya tidak jauh berbeda. Ia mengatakan, harga penitipan dan perawatan lebih tinggi sedikit dibanding kucing sehat, hanya dibedakan pada asupan vitamin saja.

“Tiap siang atau sore, kami lakukan cek kesehatan pada kucing tersebut, lalu diberikan vitamin,” paparnya.

Ramadan tahun 1443 Hijriah ini, ia mengaku jika kucing yang dititipkan padanya, sudah mulai banyak. Selain diantarkan langsung ke hotel kucingnya, ada juga yang meminta diambil.

Wahyuni mengatakan, hotel kucing miliknya hanya mampu menampung 20 kucing saja. Saat ini, sudah ada sepuluhan kucing yang dititipkan padanya.

“Pemesanan terus bertambah, mungkin nanti pas mendekati Lebaran akan full. Biasanya begitu,” katanya.

Disinggung soal omzet, Wahyuni mengaku bisa meraup belasan juta. Hitungan itu, katanya, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, mulai bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Alhamdulillah, kalau omzet tiap Ramadan itu bisa mendapat Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Itu beda dengan biaya adopsinya, kalau sama adopsinya bisa dapat omzet Rp 10 juta hingga 15 juta dalam satu bulan Ramadan,” pungkasnya.

Sementara Riza Pahlevi, warga asal Mojoagung, Jombang, mengaku sudah langganan menitipkan kucing peliharaannya ke cat house. Sama seperti Ramadan tahun lalu, Riza mengatakan datang ke rumah Wahyudi untuk menitipkan kucing kesayangannya.

“Sudah biasa nitip di sini, tiap mau lebaran. Soalnya nyaman dan bagus perawatannya, jadi nggak khawatir tidak terawat kalau ditinggal mudik. Lebaran tahun ini rencananya saya bersama keluarga mau mudik ke Malang,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.