Belum Setahun, Proyek JUT Sumbersari Jombang Sudah Banyak Retak

  • Bagikan
Kondisi proyek JUT di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, yang retak di sejumlah titik.

FaktaJombang.com – Belum satu tahun sejak selesai dikerjakan, kondisi proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun/ Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, cukup memprihatinkan.

Di beberapa titik, proyek berupa jalan cor beton menuju tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat, sudah mengalami retak-retak dan pecah.

Sementara di lokasi, masih terdapat papan dan prasasti proyek tersebut. Disebutkan, proyek JUT ini menelan anggaran Rp 142,4 juta dengan volume pekerjaan 300 m x 2,00 m x 0,20 m. Proyek ini didanai Dana Desa (DD) tahun 2021 dan dikerjakan TPK Desa Sumbersari.

Salah satu warga setempat mengatakan, kondisi tanah di area proyek JUT ini diketahui gerak alias labil. Meski demikian, dia menilai, proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

“Walaupun di sini kondisi tanah gerak, kalau dikerjakan betul dan sungguh, tentu nggak kayak begini. Ini sudah retak di sana-sini. Saya yakin proyek ini nggak berumur lama,” ungkapnya, di lokasi, Senin (28/2/2022). Namun, dia berpesan agar namanya tidak disebutkan ke media massa.

Disinggung apakah proyek JUT ini dikerjakan tidak sesuai perencanaan sehingga dirinya sangsi akan bertahan lama, dia menjawab sama. Bahwa, proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Alasannya, pemanfatan JUT tersebut, belum maksimal namun kini sudah banyak kerusakan.

“Jalan ini belum lama selesai dikerjakan, pemanfaatannya pun belum maksimal, tapi sudah rusak di beberapa titik. Kan tentu ada kesan jika proyek ini dikerjakan asal jadi,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala Desa (Kades) Sumbersari saat dihubungi lewat pesan Whatsapp-nya terkait kondisi proyek JUT di wilayahnya, hanya membalas singkat. “Iya pripun, (iya, bagaimana),” balasnya, Selasa (1/3/2022).

Ditanya berapa bulan proyek JUT itu selesai dikerjakan, sementara di sejumlah titik, proyek tersebut banyak mengalami kerusakan, pihaknya menjawab kalau masih ada masa perawatan.

“Ya nanti ada masa perawatan, dan terlebih lagi kondisi tanahnya,” balasnya singkat. Hanya saja, sang Kades tidak menjelaskan, durasi masa perawatan yang dimaksud berapa bulan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *