BEM Se-Jombang Galang Dana untuk Korban Erupsi Semeru Lumajang

  • Bagikan
Aksi penggalangan dana untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang yang dilakukan BEM se-kabupaten Jombang, Selasa (7/12/2021).

FaktaJombang.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jombang, menggelar aksi solidaritas untuk korban bencana erupsi Gunung Semeru. Ada sekitar 15 BEM yang tergabung dalam kegiatan sosial ini, Selasa (7/12/2021).

Aksi yang digelar di simpang empat Kebonrojo Jombang ini untuk menggalang dana sukarela dari para pengguna jalan yang kebetulan tengah melintas di jalan tersebut.

Hasil sumbangan yang terkumpul, rencananya akan disalurkan kepada warga di Kabupaten Lumajang, utamanya yang terdampak bencana letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Ketua Ikatan BEM se-Kabupaten Jombang, Mohammad Fajar (21) mengungkapkan, hati nurani para mahasiswa merasa terpanggil, setelah melihat dampak bencana yang cukup besar ini.

“Di sini kita selain menggalang dana, kita juga menunjukkan kreativitas kesenian teman-teman melalui live musik, sembari menghibur pengguna jalan yang wira-wiri,” katanya.

“Turut prihatin, duka cita kita, saudara kita yang di sana yang terdampak bencana erupsi Semeru,” imbuhnya.

Aksi pergelaran musik di trotoar jalan, untuk menghibur pengendara jalan. Aksi solidaritas ini pun nampak mendapat sambutan baik dari masyarakat. Tak sedikit dari para pengguna jalan yang nampak menyempatkan diri berhenti dan memberikan donasinya di kotak yang telah disediakan para mahasiswa itu.

Fajar menjelaskan, rencaannya, penggalangan dana ini akan dilakukan selama tiga hari. “Rencananya tiga hari, ini acara pembuka, dan hari kedua besok kita tetap menggalang dana lagi, malamnya kita ada agenda refleksi juga,” ungkapnya.

“Untuk sementara ini, hari pertama masih fokus di satu titik. Untuk selanjutnya InsyaAllah kita akan mencoba di titik-titik yang lain,” pungkansya.

Seperti diketahui, Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 sore lalu. Dampaknya, ada beberapa desa yang terdampak abu vulkanik dan awan panas hingga memakan belasan korban jiwa serta ratusan orang terluka. Pasca kejadian, terjadi beberapa kali bencana susulan. *)

Penulis: Muji LestariEditor: Arief Anas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *