Covid-19 di Jombang Kembali Meledak, Kampung Tangguh dan Isoter Akan Diaktifkan

  • Bagikan
Bupati Jombang Mundjidah Wahab, saat diwawancarai wartawan di Pendopo Kabupaten setempat.

FaktaJombang.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang kembali melonjak. Dari data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per hari Senin (7/2/2022) terdata 14 warga menjalani isolasi dan 42 warga dalam perawatan.

Kendati Covid-19 varian baru jenis Omicron belum ditemukan di Kota Santri, Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyatakan akan tetap siaga dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Jombang.

“Iya hari ini Satgas Covid-19 bersama beberapa pihak terkait, telah melakukan rapat koordinasi. Alhamdulillah tadi disampaikan bahwa omicron masih belum ada di Jombang. Tetapi hal-hal yang kita harus lakukan yaitu tetap mempersiapkan sesuai anjuran Satgas Covid-19 pusat,” ujar Bupati Mundjidah.

Dalam kesiapsiagaannya, Mundjidah Wahab mengatakan, segera kembali mengaktifkan kampung tangguh, pesantren tanggung, pasar tangguh, hingga persiapan tempat isolasi terpusat (isoter) dan isolasi mandiri (isoman).

“Juga seperti tempat-tempat karantina juga perlu kita aktifkan kembali. Jadi kami imbau masyarakat harus tetap waspada dan kemana-mana harus pakai masker, terutama di tempat umum, bagi usia yang sudah tua maupun masih anak-anak,” jelasnya ke sejumlah wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang.

Pemkab Jombang siapkan 300 bed untuk pasien Covid-19

Selain tempat isoter, Mundjidah Wahab menyebutkan jika beberapa Rumah Sakit di Jombang juga siaga dengan penyebaran Covid-19 yang saat ini cenderung naik.

Disinggung seperti apa persiapannya, Mundjidah Wahab menandaskan sudah menyiapkan sebanyak 300 bed untuk pasien Covid-19 yang tersebar di 13 rumah sakit.

“Kan kami sudah punya semua, sudah mempersiapkan semua. Namun sampai hari ini, kasus omicron masih belum ada,” tandasnya.

Sementara soal kasus Covid-19 terkini di Jombang ini, pihaknya mengaku masih belum bisa menjelaskan secara tracing.

“Karena secara fisik ada yang di Jombang dan ada yang di luar tapi KTP-nya asal Jombang,” jawabnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Budi Nugroho menjelaskan, naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang cenderung cukup signifikan dan reaksi penyebarannya cukup cepat.

“Sreet gitu, kemarin kan ada 7, 9, 10, terus 40 begitu. Karena masuk akal, seperti ketika satu orang saja pasti kontak eratnya minimal dua orang sudah kena. Dan memang selama ini, dari hasil lab menyatakan bahwa tidak ada omicron,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinkes Jombang per awal bulan Januari 2022, kasus Covid-19 di Jombang sempat landai sampai nol kasus. Namun, kondisi ini berubah secara perlahan ketika awal bulan Februari 2022 ini, data kasus Covid-19 bertambah cukup signifikan.

“Kemudian per 6 Februari sudah tembus 90 kasus. Tapi omicron belum ada, namun sekarang aturannya semua hasil lab dibawa ke Surabaya,” pungkas Budi Nugroho. *)

Penulis: Fa'izEditor: Arief Anas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *