Covid-19 Melandai, Sejumlah Usaha di Jombang Mulai Bangkit

  • Bagikan
Karyawan Kausar, menunjukkan produk nutrisi umpan yang diproduksinya di Jombang, Jawa Timur.

FaktaJombang.com – Sejumlah usaha di Jombang, Jawa Timur, kembali bisa bernafas segar seiring terus melandainya kasus Covid-19.

Seperti yang dialami oleh Kausar MD (41), salah satu pengusaha nutrisi umpan. Sejak dua bulan terakhir, warga Desa Mojongapit, Kecamatan/ Kabupaten Jombang ini terus bersemangat karena hasil produksinya dibanjiri pesanan.

Dua bulan terakhir ini hari-harinya kembali diisi kesibukan. Dia kembali menggenjot produksinya. Meracik bahan, mengemas, kemudian memasarkannya.

Pengusaha muda ini sudah lima tahun memproduksi nutrisi untuk umpan ikan ‘Protein Powder’. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, usaha milik Kausar ikut terdampak. Pesanan ke sejumlah daerah menurun. Dampaknya, penghasilan dari usaha tersebut juga terjun bebas.

Di tempat usahanya, Kamis (16/12/2021), Kausar nampak sibuk menakar Protein Powder yang baru saja dia racik. Serbuk itu kemudian dimasukkan dalam kemasan plastik yang cantik lalu dia timbang dengan timbangan elektrik. Kemasan bergambar dua ikan itu, berisi 125 gram Protein Powder. Kemudian, bagian ujung kemasan tersebut dimasukkan ke mesin press. Kemasan pun tertutup rapat.

Ucang, panggilan akrab Kausar, tidak sendirian. Ada tiga orang yang membantunya. Mereka adalah para karyawan produsen nutrisi umpan pancing tersebut. Usai pengepresan, dilanjutkan dengan pengepakan. Protein Powder yang sudah tertata kemudian dimasukkan ke dalam kardus.

Ucang menuliskan alamat di kardus tersebut. Dia mengantarkan kardus berisi Protein Powder tersebut ke agen pengiriman barang yanga ada di Kota Jombang.

Kausar mengatakan, sejak dua bulan ini memang ada peningkatan jumlah pemesan. Kata dia, ini merupakan dampak menurunnya kasus Covid-19.

“Waktu awal Covid-19 sepi pesanan, karena wisata juga dibatasi, orang mau keluar rumah juga takut. Tapi sekarang sudah mulai ramai lagi,” ungkap Kausar.

Bermula dari Hobi

Di sela kesibukannya meracik serbuk protein, Ucang berkisah, dia memulai usahanya pada tahun 2016. Saat itu dunia pemancingan sedang naik daun. Ucang melihat ada ceruk atau peluang bisnis yang bisa dimasuki dalam dunia hobi tersebut. Apalagi, Ucang selama ini memang memiliki hobi memancing.

Setelah melakukan analisa usaha, Ucang pun memulai peruntungan baru tersebut. Pemasaran awal, hanya di jaringan komunitas pemancing. Alhasil, upaya tersebut berbuah manis. Protein Powder diterima di pasaran.

Langkah lainnya, Ucang mempromosikan hasil produksinya secara online. Dia mengikuti puluhan grup pemancing yang ada di media sosial. Nah, lewat jaringan itulah Protein Powder dikenalkan.

“Dalam sehari, saya ulpload 50 gambar di puluhan grup FB (Facebook) penghobi mancing. Juga memasang iklan berbayar di FB. Dari situlah produk saya mulai dikenal,” ujarnya.

Tak hanya puas di situ, Ucang juga mendatangi distributor peralatan memancing di sejumlah kota di Jawa Timur. Tak ayal, dalam waktu dua tahun, Protein Powder dari Jombang ini merambah ke berbagai kota di Jatim. Mulai Mojokerto, Lamongan, Kediri, Sidoarjo, Malang, Surabaya, serta kota-kota lainnya.

Seiring laju waktu, pesanan Protein Powder juga merambah ke luar pulau Jawa. Di antaranya, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Pengiriman dilakukan sesuai permintaan. Terkadang satu minggu sekali, terkadang juga satu bulan sekali.

“Selain di kota-kota di Jawa Timur, kami juga sudah memiliki distributor di luar pulau. Semisal di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua. Karena saat ini kami hanya melayani tingkatan distributor,” kata ayah satu anak ini.

Merambah ke Malaysia, Omzet Tembus Rp 50 Juta

Ramainya dunia pemancingan, terus mendongkrak usaha yang digeluti Ucang. Selain ke luar pulau Jawa, permintaan juga datang dari negeri jiran Malaysia. Distributor tunggal Protein Powder di Malaysia bernama ‘Wong Kim Yong’.

Ucang mengungkapkan, permintaan ke pasar Malaysia itu buah dari pemasaran yang dilakukan secara online. Karena tertarik, pengusaha asal Malaysia tersebut meminta dikirimi nutrisi itu. Bahkan, saat ini, sudah menjadi distributor tunggal Protein Powder di negeri jiran.

“Pengiriman ke Malaysia tiga bulan sekali. Dalam sekali pengiriman sebanyak 300 pcs Protein Powder. Bahkan saat terjadi pandemi Covid-19, permintaan ke Malaysia tidak terdampak, masih jalan hingga sekarang,” kata Ucang sembari menunjukkan gambar distributor yang dimaksud.

Lantas berapa omzet per bulan selama menekuni bisnis ini? Ucang merinci, sebelum pandemi omzet penjualan nutrisi tersebut tembus Rp 50 juta per bulan. Namun situasi berubah saat terjadi pandemi dalam dua tahun terakhir. Itu karena adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Karena kerumunan dilarang, mengakibatkan banyak kolam pemancingan yang tutup.

“Mulai 2020 ada penurunan omzet akibat pukulan pandemi. Sebelum pandemi, omzet kami Rp 50 juta per bulan. Mulai pandemi omzet tersebut anjlok hingga 80 persen. Saat gencar-gencarnya PPKM, omzet kami hanya Rp 5 juta per bulan. Turun drastis,” katanya merinci.

Menambah Jenis Produksi

Meski sempat terpukul pandemi, pengusaha nutrisi umpan pancing ini tidak lantas patah arang. Dia tetap berpikir keras untuk membidik ceruk bisnis yang sudah ditekuninya beberapa tahun itu. Dia akhirnya berpandangan bahwa dalam situasi pandemi tidak boleh menyerah.

Salah satu yang dilakukan Ucang, taitu melakukan perbaikan di internal perusahaannya. Melakukan riset, serta membangun jaringan dengan agen-agen di marketplace. Sehingga ketika pandemi sudah usai, unit usaha miliknya bisa kembali berlari kencang.

Walhasil, selain Protein Powder, kini Ucang menghasilkan tiga produk lainnya. Masing-masing adalah Fixpro, kemudian Hoky Fish, serta Maxpro. Tiga produk tersebut masih berkaitan dengan dunia pemancingan.

Kini, kasus Covid-19 mulai melandai. Kolam pemancingan mulai dibuka. Maka tidak heran, sejak dua bulan terakhirnya ini bisnis yang digeluti Ucang kembali mengeliat. Pemesanan dari berbagai daerah mulai berdatangan. Tentu saja, omzet dari penjualan juga terkerek.

“Alhamdulillah, sejak kasus Covid-19 melandai, kolam pancing banyak yang buka. Kini omzet penjualan nutrisi dan beberapa produk lainnya perlahan meningkat. Bulan kemarin omzet kembali naik. Tidak lagi Rp 5 juta, tapi berada di angka Rp 20 juta,” pungkas penghobi mancing ini.

Pandemi Juga ‘Pukul’ Pengusaha Rental Mobil

Hal senada juga dirasakan oleh Nurkholis, salah satu pengusaha rental mobil asal Jombang. Usahanya yang berbulan-bulan nyaris mati, kini mulai bangkit.

Saat itu, Nurkholis memiliki belasan mobil rental. Namun, saat pandemi dia terpaksa menjual sebagian kendaraan itu untuk memenuhi kebutuhan operasional usahanya.

Selama pandemi, usahanya cukup sepi bahkan nyaris tidak berjalan. Sementara dirinya memiliki kewajiban membayar angsuran sebagian kendaraan yang dibelinya dari sistem kredit. Karena tak bisa menutupi kekurangan keuangan, Kholis terpaksa menjual sebagian mobilnya.

“Ya saya jual yang sudah lunas, untuk membayar yang belum lunas ini, terpaksa karena sepi sejak pandemi takbada order satupun,” ungkap Kholis.

Kholis membeber, sebelum pandemi hampir setiap hari belasan mobil rentalnya tersebut jalan. Bahkan, penghasilnya tak kurang dari Rp 30 juta per bulan saat itu. Namun, semenjak wabah virus Corona, dirinya tepuruk karena nyaris tak memiliki penghasilan dari usahanya itu.

“Pengasilan Rp 30 juta sebulan dan yang Rp 20 juta bisa untuk bayar angsuran dan perawatan rutin kendaraan, sejak pandemi nyaris saya nggak bisa bayar,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, dampak virus Corona memang cukup kompleks, mulai sektor ekonomi hingga pariwisata Termasuk pada usaha sewa kendaraan. Sebab, sejumlah kawasan wisata saat itu juga ditutup. Sehingga perjalanan juga cukup berdampak.

Nurkholis berharap, Covid-19 terus melandai sehingga perekonomian kembali bangkit. “Alhamdulillah sekarang saya bisa bergerak lagi, rencananya saya akan tambah kendaraan lagi kalau sudah normal,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *