Data PUPR; Jalan Rusak di Jombang Sepanjang 385 Kilometer, Perbaikan Butuh Triliunan

jalan rusak mojoagung wonosalam jombang
Kondisi jalan penghubung antara Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung dengan Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, yang rusak cukup parah. Warga setempat menyebut kerusakan terjadi sudah 2 tahun-an lalu, dan hingga saat ini belum ada perbaikan.

FaktaJombang.com – Jalan rusak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mencapai 385 kilometer. Kerusakan jalan sejauh itu, sebagaimana data yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi membenarkan data jalan rusak di tahun 2022 tersebut. Menurutnya, kerusakan jalan sepanjang ratusan kilometer itu tersebar di 500 ruas jalan yang menjadi kewenangan Dinas PUPR Jombang.

“Menurut data kami, jalan rusak di Kabupaten Jombang sepanjang 385 KM yang tersebar di 500 ruas kewenangan kami. Sedangkan anggaran perbaikan jalan rusak tersebut, dibutuhkan sekitar Rp 2,3 triliun,” kata Bayu Pancoroadi lewat pesan nomor WhatsApp-nya, Selasa (15/3/2022) siang.

Ditanya dari ratusan kilometer tersebut, berapa persen jalan rusak yang sudah dilakukan perbaikan, Bayu Pancoroadi belum bisa menjelaskan secara detail. Pihaknya hanya memastikan bahwa sejak awal tahun 2022, sudah dilakukan perbaikan secara bertahap.

“Sejak awal tahun ini, sudah kami lakukan perbaikan jalan,” jawabnya.

Dikatakannya, kondisi jalan rusak yang berada dalam wewenangnya tersebut, rata-rata karena faktor alam, seperti hujan. Selain itu, penyebab jalan tersebut rusak, karena dilintasi kendaraan bertonase berat. Kendati jalan tersebut bukan kelasnya untuk dilintasi.

“Air hujan itu kan tidak bisa langsung hilang. Air juga bisa sebagai pemicu rusaknya jalan tersebut. Ya karena juga belum adanya drainase pada setiap ruas jalan,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima FaktaJombang.com, bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 57,5 miliar pada tahun 2022 ini.

Dari anggaran tersebut, dialokasikan ke sejumlah kegiatan yakni rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan, pemeliharaan berkala jalan, dan rehabilitasi jembatan.

Untuk item rekonstruksi jalan, diprioritaskan pada 5 kecamatan, di antaranya kecamatan Ploso, Sumobito, dan Wonosalam. Sedangkan kecamatan Diwek dan Megaluh dialokasikan pada pembangunan tembok penahan.

Sedangkan item rehabilitasi jalan, diprioritaskan pada 3 kecamatan, di antaranya kecamatan Wonosalam, Gudo dan kecamatan Jombang.

Kemudian item pemeliharaan berkala jalan dan rehabilitasi jembatan, masing-masing memprioritaskan satu kecamatan. Yakni kecamatan Mojoagung dan Tembelang. *)

Penulis: Moh Fa'izEditor: Arief Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *