Desak PUPR Perbaiki Jalan Rusak di Utara Brantas, DPRD Jombang: ‘Deadline Anggaran Kurang Sebulan’

  • Bagikan
komisi C sidak jalan rusak di Ploso Jombang
Komisi C DPRD Kabupaten Jombang saat melakukan pemantauan kondisi ruas jalan Ploso -Pasar Ploso yang rusak parah.

FaktaJombang.com – Komisi C DPRD Jombang mendesak Dinas PUPR Jombang segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah utara sungai Brantas yang rusak akibat dampak dari proyek pembangunan jembatan Ploso.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jonbang, Miftahul Huda, usai melakukan pemantauan beberapa titik jalan yang rusak tersebut, Kamis (18/11/2021).

Miftahul Huda menjelaskan, PUPR punya waktu satu bulan untuk melakukan pemeliharaan. Sebab, batas waktu pencairan anggaran untuk perawatan Jalan Ploso – Pasar Ploso tercatat maksimal hingga pertengahan bulan Desember mendatang.

“Desa Rejoagung ke timur sangat parah, kasihan masyarakat yang lingkungannya sangat terdampak. Dari sisi ekonomi juga terdampak, sehingga kami minta PUPR untuk segera, dana pemeliharaan yang deadline waktu sampai 15 Desember segera dicairkan untuk jalan Rejoagung,” kata Miftakhul Huda.

Sementara untuk ruas jalan Kabuh – Tapen, Miftakhul Huda juga meminta agar ada koordinasi dengan PT Waskita, karena rusaknya ruas jalan tersebut, kata dia, merupakan dampak dari pembangunan Jembatan Ploso.

“PUPR, PT Waskita, juga semuanya, untuk duduk bersama memperhatikan dan memperbaiki jalan-jalan yang terdampak dari Jembatan Ploso tersebut,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi menjelaskan, ada tiga ruas jalan yang menjadi alternatif pengalihan arus kendaraan akibat pembangunan Jembatan Ploso baru. Saat ini, sejumlah ruas jalan tersebut mengalami kerusakan.

Ketiga ruas jalan tersebut yakni, ruas jalan Ploso (Jalan Panglima Sudirman) – Pasar Ploso, ruas jalan Ploso – Bawangan, dan ruas jalan Kabuh – Tapen.

Lebih lanjut, Bayu Pancoroadi menjelaskan, untuk perbaikan permanen ruas jalan Ploso – Pasar Ploso, pihaknya telah menganggarkan Rp 800 juta untuk pos anggaran tahun 2022. Kemudian untuk ruas Kabuh-Tapen, PUPR akan melakukan koordinasi dengan BBPJN.

“Kemudian untuk ruas Ploso – Bawangan barangkali nanti pihak Provinsi melalui DAK bisa membantu kita (untuk) itu,” jelasnya.

Saat ini, upaya perbaikan yang akan dilakukan dengan melakukan perbaikan darurat saja. Pekerjaan tersebut akan dilakukan di ruas jalan Ploso – Pasar Ploso.

“Kami akan meminta kepada PPK Jembatan Ploso, Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) maupun BBPJN barangkali memiliki scrapp hotmix,” katanya.

“Jadi teman-teman di Provinsi atau BBPJN kalau memperbaiki ruas jalan mereka kan dikelupas dulu. Nah kelupasan (aspal/hotmix) itu yang akan kita taruh di sana. Soalnya kalau kita pakai tanah uruk kemudian kena hujan, licin, kondisinya kayak sekarang ini,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *