Diguyur Hujan, Tembakau Petani Utara Brantas Jombang Layu dan Mati

- Redaksi

Senin, 21 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu petani menunjukkan tanaman tembakau yang ditanamnya, layu dan mati akibat diguyur hujan,

Salah satu petani menunjukkan tanaman tembakau yang ditanamnya, layu dan mati akibat diguyur hujan,

FaktaJombang.com – Petani tembakau di kawasan utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terancam merugi. Pasalnya, tanaman tembakaunya layu bahkan mati setelah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, Senin (21/6/2021).

Seperti di Dusun Ngebul, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang. Di lokasi ini, tampak ribuan tanaman tembakau kondisinya layu dan mati. Petani setempat terpaksa mencangkuli lahan untuk membongkar tanaman tembakaunya dan menggantinya dengan bibit yang baru.

“Hujan dua kali. Yang Kamis kemarin hujan deras selama dua jam. Tanaman tembakau jadi layu dan mati, karena akarnya membusuk tergenang air hujan,” kata Supolo, petani setempat, Senin (21/6/2021).

Dia mengatakan membongkar tembakau yang ditanam di lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi itu, karena tanaman setinggi sekitar 30 sentimeter itu sudah tidak bisa diharapkan.

Baca Juga:  Desak PUPR Perbaiki Jalan Rusak di Utara Brantas, DPRD Jombang: 'Deadline Anggaran Kurang Sebulan'

“Kalau tembakau yang masih kecil masih ada harapan walaupun layu begini karena belum dipupuk. Kalau yang begini (besar), nggak bisa,” katanya seraya membanting satu tanaman tembakau yang sudah dibongkarnya.

Sedangkan petani lain, masih di wilayah Kecamatan Kudu juga merasakan hal sama. Tanaman tembakaunya layu dan mati akibat diguyur hujan. Dia memprediksi bakal merugi, jika hujan masih mengguyur.

“Kalau sampai Juli nanti hujan masih terus terjadi, bisa dipastikan seluruh petani tembakau gagal tanam,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Jombang, Lasman membenarkan, tanaman tembakau milik petani di kawasan utara Sungai Brantas Jombang, layu dan mati akibat guyuran hujan.

Baca Juga:  Perempuan Cantik Asal Jombang Akhirnya Bebas dari Jerat Pidana Dugaan Arisan Online Fiktif

Pihaknya mengaku juga sudah mensosialisasikan kepada petani tembakau di wilayahnya soal cuaca terkini. Berdasarkan informasi dari BMKG Karangploso, Kabupaten Malang, sambung Lasman, bahwa bulan Juni 2021 ini, curah hujan masih di atas rata-rata.

“Curah hujan menurun terjadi pada bulan Juli. Sedangkan puncak kemarau, menurut BMKG, pada Agustus mendatang,” paparnya.

Lasman juga berharap, petani tembakau lebih dulu mempersiapkan olah lahan, sebelum menanam tembakau. Teknisnya, lanjut Lasman, setelah membajak lahan, petani bisa menanam tembakau pada posisi atas atau pada tanah gundukan.

“Olah lahan itu penting. Kadang-kadang, petani masih menanam tembakau di posisi tanah bawah. Padahal yang benar itu di atas (gundukan),” katanya.

Kalau ditanam di atas atau gundukan, lanjutnya, fungsinya agar air hujan tidak sampai menggenangi tanaman, seperti yang terjadi kala tembakau ditanam di bawah.

Baca Juga:  8 Objek Wisata di Jombang Paling Diminati, Sudah Pernah ke Sana?

“Karena genangan air itulah membuat akar tembakau bisa membusuk. Selain itu, petani tembakau juga mempersiapkan saluran irigasi kecil,” terangnya.

Saat ini, lantaran sudah terlanjur tanaman tembakau petani layu dan mati akibat diguyur hujan, Lasman mengatakan, upaya sementara ini yang bisa dilakukan petani adalah membuat saluran air.

“Harus dibuatkan got atau saluran air itu, agar air hujan bisa mengalir atau tidak merendam tanaman tembakau,” pungkasnya.

Sementara data dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, saat ini di wilayah utara Sungai Brantas, meliputi Kecamatan Ploso, Kabuh, Ngusikan, Plandaan dan Kudu, para petani sudah menanam tembakau dengan luas lahan 5.800 hektare. *)

Salah satu petani saat berada di sawah yang ditamani tembakau yang layu dan mati akibat diguyur hujan.

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru