Dramatis, Warga di Jombang Berjalan 2 Jam Sisir Jalan Berlumpur Selamatkan Kakek Sakit Pakai Tandu

  • Bagikan
Mustain, keluarga pasien warga Dusun Rapahombo, Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang (kiri), dan aksi warga saat memikul pasien lewati jalan rusak dan berlumpur (kanan).

FaktaJombang.com – Seorang warga yang mengalami sakit terpaksa dibawa dengan tandu oleh sejumlah orang, lantaran keterbatasan sarana dan akses jalan.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Rapahombo, Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sedangkan orang berada dalam tandu itu adalah Sigun (62) warga setempat.

Video saat Sigun dibawa dengan tandu oleh belasan warga ini pun viral di media sosial (Medsos). Rekaman itu menayangkan, sejumlah warga tengah berjalan di jalan setapak yang berlumpur di tengah hutan.

Warga berencana membawa Sigun ke rumah sakit. Namun karena keterbatasan akses jalan membuat Sigun tida segera bisa mendapatkan pertolongan.

Sigun dibawa dengan tandu yang dibuat dari potongan beberapa lembar kain sarung dan sebatang kayu. Warga harus berjuang dengan berjalan belasan kilometer melintasi hutan dan jalan berlumpur.

Keluarga Sigun, Mustain (42) mengatakan, dirinya dan warga terpaksa membawa pria yang merupakan mertuanya itu dengan tandu, karena tidak ada pilihan lain.

Sigun mengeluh sakit mulai Senin (28/3/2022) malam. Namun karena situasi tak memungkinkan, sehingga baru Selasa pagi dia dibawa ke rumah sakit.

“Tadi saya meminta pertolongan kepada warga, untuk membantu bapak saya yang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Memang respon warga sana kalau diminta tolong, langsung gotong-royong,” ujar Mustain, (29/3/2022).

Itu pun, kata Mustain, warga harus berjalan berputar melewati wilayah Kabupaten Nganjuk terlebih dulu. Perjalanan yang mereka tempuh pun tidak pendek. Mereka harus menyusuri jalanan hutan yang licin selama sekitar 2 jam.

Mustain mengaku, selama 2 jam perjalanan membawa bapak mertuanya itu, memerlukan perjuangan ekstra. Mengingat, kondisi jalan rusak dan licin karena memang musim hujan. Sejumlah warga, katanya, bergantian memikul tandu tersebut.

“Itu lewat Nganjuk 2 jam, karena lumayan dekat kalau menuju Sendang, Bogor, Nganjuk. kalau lewat Jombang sendiri malah lama sekitar 4 sampai 5 jam baru sampai jaraknya puluhan kilometer,” beber Mustain.

Mustain mengatakan setelah sampai di Nganjuk, dirinya mendapat pertolongan salah satu kerabatnya yang kemudian mengantar Sigun ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang dengan sebuah mobil.

“Sakitnya infeksi saluran kencing, sudah dirawat sekarang,” tandas Mustain ditemui di RSI Jombang.

Dusun Rapahombo merupakan titik terpencil yang berada di pinggiran di Jombang. Dusun yang berbatasan langsung dengan wilayah Nganjuk ini juga dipisahkan oleh kawasan hutan jati Perhutani dengan desa lainya.

Beberapa waktu sebelumnya, kejadian serupa juga dialami seorang ibu hamil yang hendak melahirkan dan terpaksa dibawa dengan tandu menuju ke tempat layanan medis. Warga juga harus berjuang keras agar si ibu tersebut segera mendapatkan pertolongan.

Warga berharap, akses jalan dari Dusun Rapahombo bisa diperbaiki, agar mereka tak kesulitan dalam beraktivitas apapun.

“Harapannya ada jalan yang bagus yang mudah kita lewati menuju pusat kota Jombang,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *