Dugaan YPBU Gadingmangu Jombang Terima Dana Sharing dari 3 Sekolah, Jadi Perbincangan

  • Bagikan
Gedung SMA Budi Utomo, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Adanya dugaan dana sharing yang diterima Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, dari 3 lembaga pendidikan di bawah naungannya, santer jadi buah bibir.

Betapa tidak, nilai dana sharing yang didapat YPBU dari SMP, SMA dan SMK Budi Utomo Gadingmangu tersebut cukup besar. Sumber FaktaJombang.com menyebut, jika per tahun YPBU diduga menerima dana sharing tersebut antara Rp 2,6 sampai Rp 2,7 miliar.

Dikatakan juga, jika dana sharing tersebut berlangsung sejak lama. “Kalau dijumlahkan tiga tahun saja, antara 2017 sampai 2020 sudah berapa?, sekitar Rp 8 Miliar-an kan,” kata sumber belum lama ini.

Sumber juga mengatakan, dana sebesar itu tidak jelas peruntukannya. Pasalnya, sejauh ini, pihak YPBU Gadingmangu kurang transparan kepada wali murid terkait hal tersebut.

Pihaknya hanya menyebut, jika dana sharing tersebut sebagai dana investasi. Namun, dia tidak mengetahui secara detail terkait investasi dalam bentuk apa dan bagaimana. Dari investasi itu, lanjut dia, juga akan diperuntukkan untuk pembangunan gedung sekolah yang berada tidak jauh dari Masjid Luhur, Desa Gadingmangu.

“Saat itu, nggak ada penjelasan, investasi apa dan bagaimana. Lalu, juga disebutkan jika dana sharing itu akan diperuntukkan membangun sekolah bernama Budi Luhur. Ya, yang peletakan batu pertama sempat dihadiri pejabat Jawa Timur dan Jombang. Kalau nggak salah, waktu itu awal Maret 2019 lalu. Dan sampai sekarang, belum ada pergerakan pembangunan,” bebernya.

Sumber juga membeber, jika persoalan ini ramai diperbincangkan. Karena menurutnya, nilai dana sharing tersebut sangat besar, sementara hingga saat ini belum tampak realiasi signifikan dari pembangunan sekolah bernama Budi Luhur.

“Lebih lagi soal investasi. Semestinya kan sudah tampak investasinya itu berwujud apa. Maka nggak heran, kalau hal ini menjadi perbincangan wali murid dan sejumlah warga Gadingmangu,” paparnya.

Disebutnya, perbincangan tersebut terkait dugaan adanya upaya-upaya tertentu yang dilakukan oknum YPBU Gadingmangu dalam memanfaatkan dana sharing tersebut dengan dalih investasi.

“Kalau betul alasannya untuk pembangunan gedung, nyatanya progresnya tidak signifikan. Jadi wajar dong, ada dugaan-dugaan. Karena selama ini, tidak ada transparansi,” pungkasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diunggah, FaktaJombang.com belum berhasil mengonfirmasi Ketua YPBU Gadingmangu terkait hal tersebut. Namun, upaya konfirmasi tetap dilakukan hingga saat ini. *)

Baca sebelumnya: Dana Sharing dari 3 Sekolah, YPBU Gadingmangu Jombang Disebut Terima Rp 2,7 Miliar Per Tahun?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *