Empat Warganya Terjangkit DBD, Desa Kepatihan Jombang Langsung Fogging

Fogging di kepatihan jombang
Petugas sedang melakukan fogging untuk memberantas nyamuk penyebab DBD di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mewabah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hal ini, membuat Desa Kepatihan, salah satu desa di wilayah Jombang Kota, bertindak sigap.

Salah satu cara yang dilalukan, yakni melakukan penyemprotan atau fogging secara menyeluruh di lingkungan setempat. Upaya ini untuk mencegah penularan DBD, Sebab, selama ini di desa tersebut sudah ditemukan 4 kasus baru demam berdarah.

Kepala Desa (Kades) Kepatihan, Erwin Pribadi mengungkapkan, dari 4 orang warganya yang terjangkit DBD ini, dua di antaranya dirawat di Rumah Sakit.

“Dan dua orang lainnya di rawat jalan, positif tapi hasil lab-nya masih memungkinkan dirawat jalan, akhirnya dirawat di rumah,” ungkap Erwin Pribadi, Kamis (6/1/2022).

Meski begitu, angka kasus DBD di desanya saat ini menurun, jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Di mana tahun lalu, terdapat 13 orang warga Desa Kepatihan yang terjangkit DBD dengan usia mayoritas anak-anak atau pelajar.

Erwin membeber, menurunnya kasus DBD ini tidak lepas dari kerjasama semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah desa (Pemdes) yang aktif mencanangkan program bank sampah sejak awal tahun kemarin.

“Jadi secara periodik satu bulan sekali, karena penimbangan bank sampah satu bulan sekali, warga tanpa kami imbau, tanpa kami minta, satu bulan sekali sudah membersihkan lingkungannya masing-masing,” paparnya.

“Jadi Insya Allah ini juga dampak dari warga yang membersihkan lingkungannya secara rutin tadi,” ulasnya.

Selain fogging, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat melalui ketua RT untuk melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur). Sehingga bisa menekan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. Yakni, jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah.

“Dan besok Insya Allah kita hanya penyemprotan. Minggu berikutnya juga kita akan lakukan penyemprotan secara sporadis. Jadi tidak masuk ke dalam rumah, tapi di jalan-jalan. Tujuan saya, nyamuk yang hari ini dalam bentuk telur, besok atau lusa sudah menjadi nyamuk, juga bisa kita matikan,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *