Enam Kecamatan di Jombang Terkategori Rawan Bencana Longsor dan Banjir

  • Bagikan
dusun kopen kecamatan bareng jombang
Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Sebanyak 32 desa tersebar pada 6 Kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkategori rawan bencana longsor dan banjir.

Enam berpotensi bencana dari 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang tersebut, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria merinci, enam kecamatan yang berpotensi rawan longsor dan banjir itu di antaranya, Kecamatan Wonosalam, Bareng, Mojowarno, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.

“Enam kecamatan rawan bencana itu, berdasarkan histori atau kejadian-kejadian sebelumnya. Dan saat ini, peta rawan bencana tersebut, kajian bencana sedang direview atau diperbaiki,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Pihaknya mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya bencana longsor, di antaranya kondisi anomali cuaca yang mengakibatkan debit air hujan sangat tinggi.

Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Jombang yang memiliki kontur tanah beragam. Terutama kondisi tanah bergerak yang berada di kawasan perbukitan.

“Dan keberagaman kontur tanah itu tidak sesuai dengan tutupan lahan yang ada di hulu. Kurang lebih seperti itu,” papar pria yang akrab disapa Pepy ini.

Sebagai langkah antisipasi, Pepy mengatakan, saat ini selalu memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk menambah jumlah tutupan lahan untuk tandon air alami dan kesiapsiagaan pada kedaruratan.

“Kami juga sudah menyiapkan seluruh sarpras dan logistik, jumlah personil, peralatan serta pemantauan untuk mengoptimalkan kondisi kedaruratan,” jelasnya.

Kesiapan itu, lanjutnya, sebagai respon cepat BPBD Jombang dalam menyikapi terjadinya bencana atau hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya juga mengimbau pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir, untuk melakukan koordinasi lintas sektoral. Terutama 6 kecamatan yang terkategori rawan bencana. Mengingat, dimulainya pergantian musim kemarau ke musim hujan.

“Ketika terjadi bencana alam, baik berupa gempa, tanah longsor, dan banjir, akan teratasi secara optimal,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *