Enam Kecamatan di Jombang Terkategori Rawan Bencana Longsor dan Banjir

- Redaksi

Rabu, 27 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Sebanyak 32 desa tersebar pada 6 Kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkategori rawan bencana longsor dan banjir.

Enam berpotensi bencana dari 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang tersebut, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria merinci, enam kecamatan yang berpotensi rawan longsor dan banjir itu di antaranya, Kecamatan Wonosalam, Bareng, Mojowarno, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan.

“Enam kecamatan rawan bencana itu, berdasarkan histori atau kejadian-kejadian sebelumnya. Dan saat ini, peta rawan bencana tersebut, kajian bencana sedang direview atau diperbaiki,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga:  Perusak Fasum Jalan KH Wahid Hasyim Jombang Ditangkap, Polisi: Warga Wonosalam

Pihaknya mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya bencana longsor, di antaranya kondisi anomali cuaca yang mengakibatkan debit air hujan sangat tinggi.

Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Jombang yang memiliki kontur tanah beragam. Terutama kondisi tanah bergerak yang berada di kawasan perbukitan.

“Dan keberagaman kontur tanah itu tidak sesuai dengan tutupan lahan yang ada di hulu. Kurang lebih seperti itu,” papar pria yang akrab disapa Pepy ini.

Baca Juga:  Hasil Tabayun, PBNU Nilai Pemilihan Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang Tidak Sah dan Harus Diulang

Sebagai langkah antisipasi, Pepy mengatakan, saat ini selalu memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk menambah jumlah tutupan lahan untuk tandon air alami dan kesiapsiagaan pada kedaruratan.

“Kami juga sudah menyiapkan seluruh sarpras dan logistik, jumlah personil, peralatan serta pemantauan untuk mengoptimalkan kondisi kedaruratan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ibu Ini Demo Tunggal di Bumiputera Jombang, Tuntut Pencairan Klaim Asuransi

Kesiapan itu, lanjutnya, sebagai respon cepat BPBD Jombang dalam menyikapi terjadinya bencana atau hal yang tidak diinginkan.

Pihaknya juga mengimbau pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor dan banjir, untuk melakukan koordinasi lintas sektoral. Terutama 6 kecamatan yang terkategori rawan bencana. Mengingat, dimulainya pergantian musim kemarau ke musim hujan.

“Ketika terjadi bencana alam, baik berupa gempa, tanah longsor, dan banjir, akan teratasi secara optimal,” pungkasnya. *)

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru