Geropyokan, Warga Segodorejo Jombang Panen Tikus

  • Bagikan
Sejumlah warga Dusun Penggalangan, Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, sedang gerobyokan tikus di area persawahan dusun setempat.

FaktaJombang.com – Sedikitnya, lima rutusan ekor tikus berhasil ditangkap warga Dusun Penggalangan, Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, dalam beberapa jam.

Warga desa setempat, sengaja berburu hewan pengerat ini di area persawahan dusun sempat, Minggu 19 Desember 2021 kemarin. Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB mereka sudah bersiap-siap mengikuti geropyokan tikus.

Selain membawa sabit dan tongkat bambu, mereka menyiapkan alat berupa elpiji ukuran 3 kilogram yang diberi selang dan ujungnya dipasang alat semprot. Beberapa saat peralatan sudah siap, warga kemudian menyisir lubang-lubang yang ada di area persawahan tersebut.

Begitu ditemukan lubang, mereka langsung memasukkan semprotan yang menghubungkan dengan elpiji tadi. Beberapa detik kemudian, warga lain bersiap-siap memukul tikus yang keluar dari sarangnya.

“Cara ini efektif untuk membasmi tikus. Setelah kita semprot pakai elpiji, tikus akan keluar sendiri dari lubangnya. Biasanya juga ada yang langsung lemas di dalam lubang,” kata Atim (52), Kepala Dusun Penggalangan yang memimpin geropyokan tikus.

Menurutnya, geropyokan tikus dilakukan karena selama ini petani sangat diresahkan dengan hama tikus. Beberapa tahun belakangan, lanjutnya, banyak petani gagal panen.

“Banyak petani gagal panen, karena tanamannya dimakan tikus,” katanya.

Ia mengatakan, geropyokan tikus kerapkali dilakukan di dusun setempat. Hanya saja, baru kali ini mendapatkan jumlah tikus cukup banyak. Sebelumnya, kata dia, biasanya mendapat dua ratusan ekor tikus

“Kali ini dapat tikus cukup banyak. Sampai lima ratus lebih ekor tikus. Mungkin juga, populasi tikus bertambah,” katanya

Atim berharap, ada cara lain menanggulangi hama tikus yang lebih efektif dan sedikit biaya yang dikeluarkan. Mengingat, biaya yang dikeluarkan tiap kali geropyokan, didapat dari hasil swadaya warga.

“Kami berharap pada pemerintah, baik pusat maupun daerah, aagar diberikan solusi bagaimana caranya agar tikus ini tidak berkembang cepat. Dan kami, para petani bisa mendapatkan hasil pertanian yang bagus,” tambahnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *