Getuk Lindri Warna-warni, Jajanan Jadul di Jombang Masih Bertahan Saat Pandemi

  • Bagikan
Getuk lindri warna-warni yang dijual Susilo, warga Desa Mojongapit, Kecamatan/ Kabupaetn Jombang, masih eksis di masa pandemi Covid-19.

FaktaJombang.com – Masa pandemi Covid-19 belum jua usai, tidak jarang beberapa usaha merasakan dampak dari wabah yang berlangsung kurang lebih dua tahun-an ini. Namun berbeda dengan kondisi penjual getuk warna-warni asal Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini.

Rupanya, jajanan jadul alias zaman dulu yang sudah ada sejak tahun 90-an ini, masih eksis dan bertahan di tengah maraknya Covid-19 hingga ke varian baru jenis omicron. Getuk lindri berbahan singkong ini, diketahui masih banyak peminatnya di Kota Santri.

Penjual getuk lindri, Susilo mengatakan, jajanan warna-warni ini sudah menjadi usahanya sejak puluhan tahun lalu. Memilih tetap bertahan, karena ia mengaku senang dan asyik berjualan jajanan yang bahan dasarnya hanya dari singkong tersebut.

“Sudah sekitar 23-an tahun saya jualan getuk lindri ini di sini. Musim Corona ini juga berdampak sih, tapi nggak seberapa terasa. Karena mungkin ini makanan lama ya, jadi masih eksis lah begitu pada intinya,” ujarnya, Selasa (15/2/2022).

Selain asyik dengan pekerjaan yang sudah digelutinya, pria berusia 45 tahun ini mengaku jika omzet dari makanan jadul khas Indonesia ini, dinilainya cukup lumayan. Tidak jauh beda bila disbanding omzet dari pekerja bangunan.

“Mungkin karena masih pandemi, sejak Corona ini dalam sehari dapat omzet Rp 300 ribu. Kalau keuntungannya ya kurang lebih Rp 100-an ribu lah per harinya, kalau sebelum Covid-19 itu masih lumayan,” jelas Susilo.

Waktu berjualan, Susilo mengaku buka setiap hari sejak matahari mulai terbit hingga hendak terbenam. Sementara untuk pemasarannya, ia harus keliling daerah Jombang Kota dengan memakai sebuah gerobak pancal tersebut.

Tak hanya itu, agar dirasa santai dan warga Jombang tahu ketika gerobaknya menyusuri halaman rumah warga, Susilo menggunakan soundsystem yang diputar dengan musik dangdut sepanjang perjalanan.

“Cara masak getuk lindri ini masih mempertahankan resep lama. Yaitu memanfaatkan singkong berkualitas bagus, kemudian direbus hingga matang dan ditumbuk secara manual. Kalau warnanya ada 3 macam di antaranya hijau, kuning dan merah,” tuturnya.

Soal harga, getuk lindri Susilo ini terbilang murah meriah, cocok di kantong pelajar, mahasiswa. Cukup dengan uang senilai Rp 1.000, sudah dapat 4 biji getuk dengan varian warna yang tersedia.

“Soal rasa masih sama, getuk ini dibumbui dengan parutan kelapa dan dicampur dengan gula pasir. Juga diberi kelapa ini biar makin gurih,” pungkasnya.

Sementara Eka (30), salah satu pelanggan warga Desa Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang mengatakan, setiap kali mencicipi getuk warna-warni itu selalu terasa nostalgia di masa lalunya.

“Pas saya masih kecil dulu, saya sering dibelikan getuk lindri ini sama mbah saya. Jadi pas waktu makan getuk dengan santai dan menikmati itu, seakan saya merindukan masa kecil saya bersama mbah, makan getuk,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *