Hendak ke Kampus, Pegawai Unipdu Jombang Meninggal Diduga Jadi Korban Tabrak Lari

kecelakaan pegawai unipdu jombang di trowulan mojokerto
Jenazah korban yang merupakan pegawai kampus Unipdu Peterongan Jombang saat dievakuasi petugas di lokasi kejadian, jalan raya Desa/ Kecamatan Trowulan, Mojokerto. (FotoL Istimewa)

FaktaJombang.com – Kabar duka menyelimuti civitas akademika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Salah satu staf kampus setempat, M Mundhir (56), meninggal dunia diduga menjadi korban tabrak lari, Sabtu (19/2/2022) pagi.

Korban ditemukan tergeletar di pinggir jalan raya Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tepatnya di pintu keluar Jembatan Timbang UPT LLAJ Trowulan.

Sementara di samping tubuh korban yang bersimbah darah, terdapat sepeda motor korban merek Honda SupraX 125 warna hitam biru nopol S-4030-NAR. Tidak ada saksi mata dalam peristiwa tersebut.

Wakil Rektor Unipdu Jombang, KH Zulfikar As’ad mengatakan, sangat merasa kehilangan salah satu staf kampus Unipdu yang dinilainya baik, rajin dan berdedikasi tinggi.

“Beliau staf administrasi yang sangat rajin sejak masih STAIDU tahun 1996 lalu. Jadi kami sangat berduka cita dalam peristiwa ini,” tutur Gus Ufik, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi FaktaJombang.com lewat sambungan telepon.

Gus Ufik menjelaskan, korban berangkat dari rumahnya hendak ke kampus untuk menghadiri rapat pagi di kampus. Rumah korban, lanjutnya, berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Hanya saja, korban mengalami peristiwa nahas saat dalam perjalanan menuju kampus, hingga staf Unipdu tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

“Belum mau ke kampus menghadiri rapat pagi di Fakultas Bisnis dan Bahasa Unipdu Jombang),” sambungnya.

Dikatakannya, korban kalau ke kampus Unipdu biasanya bersama istrinya menggunakan mobil. Namun, Gus Ufik mengatakan tidak tahu, mengapa pada Sabtu pagi itu, korban berangkat sendiri pakai sepeda motor.

“Biasanya berangkat dengan istrinya pakai mobil. Kebetulan, istinya adalah guru di SMPN Peterongan. Tapi tadi pagi, berangkat sendirian,” paparnya.

Gus Ufik berharap, polisi bisa menindaklanjuti kasus kecelakaan yang menimpa korban. Mengingat, korban diduga menjadi korban tabrak lari.

“Dugaannya tabrak lari. Semoga pelaku segera diketahui atau menyerahkan diri ke polisi. Untuk korban, sudah dikebumikan di desanya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dari keterangan polisi, Mundhir seorang diri melaju dari arah Mojokerto ke Jombang mengendarai sepeda motor Honda SupraX 125 nopol S-4030-NAR. Sampai di lokasi kecelakaan, sepeda motor korban selip, saat berusaha menyalip truk dari sisi kiri.

Akibatnya, korban terjatuh dari sepeda motornya ke kolong truk tersebut. Nahas, kepala dan tubuhnya terlindas roda truk. Sayangnya, truk yang belum diketahui identitasnya itu langsung kabur.

“Truk belum kami ketahui identitasnya, kami lakukan penyidikan lebih lanjut,” terang AKP Arpan, Kasat Lantas Polres Mojokerto, dikutip dari detikcom. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *