Hindari Macet Lebaran, Warga Pilih Naik Perahu Penyeberangan Sungai Brantas di Megaluh Jombang

Warga tampak memilih menggunakan perahu penyeberangan sungai Brantas di Desa/Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, untuk menghindari kemacetan lebaran, Rabu (4//2022).

FaktaJombang.com – Di hari plus 3 Idul Fitri 1443 Hijriah, pengguna jasa perahu penyeberangan sungai Brantas di Desa/Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, meningkat drastis, Rabu (4//2022).

Sebagian dari mereka, hendak mudik serta melakukan perjalanan untuk anjangsana ke sanak saudara. Baik hendak ke Nganjuk dan sejumlah daerah tetangga, dan sebaliknya yakni ke Jombang dan sekitarnya.

Mereka memilih bepergian menggunakan perahu penyeberangan Sungai Brantas ini, untuk menghindari kemacetan di kawasan Jembatan Ploso atau penghubung Jombang-Lamongan, serta di simpang lima Mengkreng, atau perbatasan Jombang-Nganjuk yang juga jalur utama Surabaya-Madiun.

Selain menghindari macet, mereka menilai memakai jasa penyeberangan ini bisa memperpendek jarak tembuh serta menyingkat waktu. Untuk menyeberang menggunakan perahu ini, pemudik hanya perlu waktu lima hingga sepuluh menit saja.

Dalam sekali rute penyeberangan, tampak puluhan sepeda motor dan ada sekitar lima hingga enam mobil yang bisa diangkut perahu tersebut untuk menyeberang sungai terbesar di Jawa Timur ini.

Sugianto, salah satu pemudik asal Lamongan mengatakan, menggunakan perahu jasa penyeberangan sungai Brantas ini cukup efektif dan lebih cepat sampai ke tujuan.

Ia mengaku hendak anjangsana ke rumah saudaranya ke wilayah Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Dalam perjalanan normal antara Lamongan ke Perak, Sugianto mengatakan, harus melewati jembatan Ploso dan ruas jalan yang di sejumlah titik mulai dipadati pengendara.

“Kemarin saya lewat kawasan Ploso itu, agak macet. Jadi ya lewat sini, pakai perahu penyeberangan di Megaluh. Selain itu, lebih cepat kalau lewat sini,” ujarnya.

Sementara Juwari, salah satu operator perahu membenarkan, pengguna jasa perahu penyeberangan sungai Brantas mengalami peningkatan selama usai lebaran. Peningkatan jumlah penumpang, bahkan jauh dibanding musim mudik lebaran tahun kemarin.

Untuk H+3 lebaran tahun ini, lanjutnya, jumlah penumpang meningkat hingga lebih dari 100 persen.

Selain menyingkat waktu dan jarak tempuh, tarif jasa penyeberangan sungai Brantas ini tergolong sangat terjangkau. Untuk pemotor, hanya dipatok harga Rp 2 ribu. Sementara mobil sebesar Rp 8 hingga Rp 10 ribu.

“Kalau motor, tarifnya Rp 2 ribu. Untuk mobil Rp 8 ribu,” ujar Juwari. *)

Tonton videonya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.