Iswahyudi, Korban Terakhir yang Tercebur ke Sungai Brantas Jombang, Ditemukan

Proses evakuasi jasad Muhamad Iswahyudi (29), salah satu dari keluarga asal Banjardowo, Kecamatan/ Kabupaten Jomabang yang tercebur ke sungai Brantas, Desa/ Kecamatan Megaluh, Jombang.

FaktaJombang.com – Setelah dua hari satu malam dilakukan upaya pencarian, akhirnya Muhamad Iswahyudi (29), salah satu dari keluarga asal Banjardowo, Kecamatan/ Kabupaten Jomabang yang tercebur ke sungai Brantas, Desa/ Kecamatan Megaluh, Jombang, akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan meninggal dan jasadnya didapati sekitar 1,7 kilometer dari titik awal kecelakaan yang menimpa keluarga tersebut. Mayatnya ditemukan tersangkut di bawah pintu air dam karet Jatimlerek, persisnya di sisi wilayah Kecamatan Plandaan, pada Minggu 10 April 2022 pukul 22.15 WIB.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevie Maria mengatakan, keberadaan mayat korban diketahui oleh warga dan tim pemantau yang saat itu tengah berkeliling melakukan penyisiran. Petugas langsung mengevakuasi dan membawa ke kamar mayat RSUD Jombang.

“Di kamar mayat setelah dicek sidik jarinya diketahui bahwa mayat itu memang korban (Muhamad Iswahyudi),” kata pria yang akrab disapa Pepy, Senin (11/4/2022).

Dengan ditemukan korban terakhir, maka upaya pencarian pun berakhir. Sementara jenazah Iswahyudi diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. “Operasi dinyatakan selesai,” tandasnya.

Seperti diketahui, Muhamad Iswahyudi merupakan satu dari 3 korban kecelakaan air di lokasi penyeberangan perahu tambang Desa/Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, pada Sabtu 9 April 2022 sore lalu.

Iswahyudi tercebur ke sungai Brantas bersama istrinya, Imroatul Azizah (28), serta anaknya M Naufal Falakhuddi (8) saat naik perahu tambang dari arah Plandaan menuju Megaluh.

Warga Dusun Gempolpait Desa Banjardowo Kecamatan Jombang itu tercebur bersama sepeda motornya ke aliran sungai terbesar di Jawa Timur itu.

Saat kejadian, sang anak, Naufal, diduga tak sengaja menarik tuas gas motor yang dikendarai korban. Padahal, saat itu kontak kendaraan dalam kondisi menyala, meski mesinnya mati karena sistem ISS (Idling Stop System) aktif. Pada saat itu, keluarga itu tetap duduk di atas jok sepeda motornya.

Naufal berhasil diselamatkan oleh operator kapal dan penumpang lain yang tengah menyeberang. Dia ditarik ke atas sehingga tak sampai tenggelam. Namun ibunya meninggal dunia dan ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal mereka tercebur dalam durasi satu jam kemudian.

Sementara suaminya Iswahyudi, baru ditemukan dua hari kemudian, juga dalam kondisi meninggal dunia. Sepeda motor matiknya, juga telah ditemukan persis di titik mereka terjatuh dalam kondisi kontak dan sistem ISS-nya aktif alias menyala. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.