Jadi Problem Serius, Upaya Penanganan Jalan Rusak di Jombang Terganjal Anggaran

  • Bagikan
Jalan rusak di Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.con – Jalan rusak yang terjadi nyaris merata di ruas jalan kabupaten di Jombang, Jawa Timur, menjadi permasalahan serius bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, Kamis (10/2/2022).

Salah satu contohnya seperti di ruas jalan Tapen – Kabuh. Jalan alternatif menuju ke arah Mojokerto ini sudah lebih dari satu tahun rusak parah. Menyusul adanya pekerjaan pembangunan jembatan batu Ploso beberapa waktu lalu. Sehingga, ruas ini dijadikan sebagai salah satu jalur pengalihan sementara.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi mengakui belum akan melakukan perbaikan permanen di ruas tersebut. Karena persoalan anggaran, maka tahun ini hanya dilakukan perbaikan. darurat.

“Pasca pekerjaan proyek jembatan baru Ploso pun sebenarnya sudah kami lakukan pengurukan dengan LPA (campuran pasir dan kerikil), namun karena kondisi musim hujan akhirnya rusak,” bebernya.

“Dan memang sementara hanya kita lakukan perbaikan darurat, belum perbaikan permanen sampai tahun 2023, sambil menunggu anggaran,” imbuhnya.

Bayu menjelaskan, kerusakan jalur Tapen – Kabuh salah satunya disebabkan oleh faktor tonase. Dimana, banyak kendaraan dengan muatan besar seperti truk tronton yang melewatinya.

“Padahal, sebenarnya, jalur tersebut hanya untuk kendaraan ringan,” imbuhnya.

Anggaran Minim, Tahun Ini Hanya Sebagian Jalan Diperbaiki

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi mengakui tidak semua ruas jalan yang rusak itu diperbaiki tahun 2022 ini. Namun, baru 11 paket pekerjaan perbaikan yang dianggarkan dengan total biaya yang digelontor mencapai Rp 100 miliar.

Selain dari APBD, anggaran juga berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus) APBN. Sebelas pekerjaan itu tersebar merata di Kabupaten Jombang.

“Memang situasi pandemi, jadi kita lakukan bertahap. Karena di Jombang saja ada sebanyak 500 ruas dengan panjang total mencapai 1.215 kilometer,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Sejauh ini, ada upaya perbaikan darurat yang setiap hari dikerjakan, salah satunya melakukan tambal sulam jalan berlubang.

“Jadi setiap hari ada Tim URC yang keliling memperbaiki jalan rusak,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *