Jalan di Perbatasan 3 Desa Wilayah Diwek Jombang, Memprihatinkan

  • Bagikan
jalan perbatasan 3 desa di Kecamatan Diwek Jombang memprihatinkan
Kondisi jalan memprihatinkan di perbatasan tiga desa di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Kondisi jalan di perbatasan tiga desa wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, memprihatinkan. Ini berlangsung sudah cukup lama, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.

Jalan ini berada di perbatasan Desa Bendet, Desa Kayangan, dan Dusun Pojok Desa Puton. Pantauan di lokasi, Sabtu (31/1/2021), aspal jalan lapen (lapisan penetrasi) sudah nyaris habis. Menyisakan batu makadam yang kondisinya sudah tidak terjal, lantaran terbenam.

“Di sana sempat diuruk tanah sama warga Dusun Pojok. Waktu itu ada peresmian musala di situ,” kata seorang warga yang kebetulan melintas di jalan ini, sambil menunjuk titik yang dimaksud.

Ia mengatakan, kondisi jalan rusak mulai utara pos kamling Dusun Pojok hingga perbatasan Desa Bendet tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, ia tidak tahu penyebab mengapa hingga kini belum diperbaiki.

“Sudah lama rusak. Kira-kira jalan rusak ini sepanjang 300 meteran. Kurang tahu kalau itu, ya mungkin karena perbatasan, jadinya luput dari perhatian,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, beberapa titik jalan dipastikan tergenang air setelah diguyur hujan. Karena kondisi titik jalan tersebut sudah turun atau tidak rata.

“Ada beberapa titik sudah jeglong. Dan akan tergenang air saat hujan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Kayangan, Tutik Handayani membenarkan, jalan penghubung 3 desa tersebut sudah lama rusak. Hanya saja, pihaknya tidak memiliki wewenang memperbaiki karena status jalan tersebut adalah poros desa.

“Benar, ya karena jalan poros desa. Bukan wewenang Pemdes memperbaikinya,” jawabnya kepada FaktaJombang.com melalui nomor WhatsApp-nya.

Pihaknya juga mengaku sudah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan jalan yang di timur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kayangan tersebut.

“Kami juga sudah mengajukan usulan untuk itu beberapa kali,” pungkasnya.

Sayangnya, pihaknya tidak menjawab saat ditanya apakah jalan tersebut merupakan wewenang Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinas Perkim) atau Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang. (af/fj)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *