Jalan Pattimura Jombang Berganti Jadi Bupati R Soedirman, Sudah Tahu Belum?

  • Bagikan
Jalan Bupati R Soedirman Jombang
Jalan Bupati R Soedirman, Jombang menggantikan nama Jalan Pattimura.

FaktaJombang.com – Sebagai warga Jombang, tahukah anda jika Jalan Pattimura sudah berganti nama menjadi Jalan Bupati R Soedirman?

Faktanya, sejumlah warga yang berhasil ditanya FaktaJombang.com, kebanyakan mereka yang tinggal di luar Jombang Kota, tidak tahu. Kalau warga setempat, tahu ada perubahan nama jalan tersebut, namun masih terbiasa dengan Jalan Pattimura.

“Saya tahunya ini jalan Pattimura. Nggak tahu kalau ada perubahan nama jalan, apa karena bukan warga Sengon ya. Apa tadi nama jalannya?,” kata seorang warga yang saat itu berhenti di bilangan Jalan Bupati R Soedirman, Sabtu (30/1/2021).

Joko, warga lain yang kedapatan di lokasi ini juga mengaku tak tahu jika jalan yang disinggahinya untuk melepas dahaga ini sudah berganti nama. Bahkan, ia mengaku juga tidak tahu sekarang ini jalan tersebut dinamai jalan apa.

“Iya, nggak tahu saya kalau Jalan Pattimura ini diganti. Saya juga tidak tahu berubah jalan apa,” katanya.

Sedangkan warga sekitar, rata-rata tahu jika terjadi perubahan nama jalan tersebut. Hanya saja, ia masih terbiasa dengan nama jalan Pattimura.

“Kalau saya tahu ada perubahan nama jalan menjadi jalan Bupati R Soedirman, karena warga sini. Tapi saya kadung terbiasa menyebut jalan Pattimura,” kata seorang warga setempat yang meminta namanya disebut inisial N saja, Sabtu (30/1/2021).

Ditanya soal identitas kependudukan, dia mengatakan masih tertera alamat lama yakni Jalan Pattimura. Baik KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Belum lama ini, saya mengurus surat-surat, ya masih menggunakan alamat Jalan Pattimura. Kan patokannya KTP,” jawabnya.

Ia juga mengatakan, untuk merubah identitas kependudukan, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sedangkan hingga saat ini, lanjutnya, belum terdengar imbauan atau pengumuman dari Pemkab Jombang atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, untuk dilakukan perubahan identitas kependudukan.

“Tapi nggak tahu juga kalau kolektif ya. Kalau mengurus sendiri, ya bisa-bisa waktu saya terbuang. Apalagi ini masa pandemi Covid-19, ada pemberlakukan physical distancing,” pungkasnya.

Sekedar informasi, perubahan nama jalan yang berada di wilayah Desa Sengon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang ini ditetapkan lebih setahun lalu, tepatnya pada 21 Oktober 2019. Bertepatan dengan upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, sekaligus penetapan hari jadi Pemkab Jombang.

Bahkan saat itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab secara simbolis menyerahkan papan nama jalan R Soedirman sebagai pengganti jalan Pattimura.

Sekilas sejarah Bupati Jombang R Soedirman

Bupati R Soedirman, bernama lengkap Kolonel (Pol) HR Soedirman Mertoadikoesoemo. Bupati Jombang kesepuluh yang menjabat mulai tahun 1973 hingga 1978.

HR Soedirman Mertoadikoesoemo lahir di Bangkalan Madura Jawa Timur, 3 Juli 1932. Di masa memimpin Kabupaten Jombang, mantan Bupati Probolinggo periode 1978 – 1983 ini dikenal sebagai pemicu kejayaan PSID, klub sepakbola kebangggaan masyarakat Kota Santri.

Polisi dengan lulusan terbaik di sekolah Brigadir ini tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia, dengan usia 41 tahun.

Pembangunan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang di Jalan KH Wahid Hasyim, merupakan satu di antara sekian banyak prestasinya. Kemudian, dibangunnya monumen Brigjen Kretarto, seorang pejuang kemerdekaan asal Kabupaten Jombang. Juga pembangunan monumen di simpang empat, timur Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang atau selatan terminal lama Jombang.

Di bidang pendidikan, Bapati R Soedirman membangun SIF atau sekarang dikenal PSBR (Panti Sosial Bina Remaja), barat SMAN 2 Jombang. Pembangunan dengan dana APBN ini sebagai wadah generasi muda putus sekolah dan membekali mereka dengan aneka keterampilan.

Juga dibangunnya sejumlah sekolah. Salah satunya SMP Negeri Ngoro di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, yang diberi nama SMP Batalyon Merak. Ini sebagai pengingat kisah perjuangan Batalyon yang dipimpin mantan Gubernur Jawa Timur, Soenandar Prijosoedarmo di wilayah Jombang.

Terobosan lain yakni pipanisasi pada tempat wudlu jamaah Masjid Agung Jombang. Meski idenya ditentang habis-habisan karena dinilai hanya mau dibuatkan kulah (jedingan) atau sebuah tandon air untuk berwudlu. Mengacu pemerintah Arab Saudi menerapkan pipanisasi pada sumur zamzam, proyek ini pun tetap dijalankan. Pipanisasi menggantikan kulah yang mudah berlumut dan kumuh.

Selain itu, pembangunan sarana air di Desa Plandi, Kecamatan/ Kabupaten Jombang sebagai pemasok air bersih untuk warga Jombang Kota. (af/fj)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *