Jumat Legi Barokah, SMK Sultan Agung 1 Jombang Berbagi ke Kaum Duafa

  • Bagikan
SMK Sultan Agung 1 Cukir Jombang berbagi
Warga sedang mengantre pembagian seratusan nasi bungkus dan sejumlah paket bantuan di halaman SMK Sultan Agung 1 Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat (26/11/2021).

FaktaJombang.com – Warga sekitar Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) Sultan Agung 1, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, ketiban rezeki. Mereka mendapat nasi bungkus dan sebagian warga lain mendapat paket bantuan, Jumat (26/11/2021).

Pantauan di lokasi, Jumat pagi itu, seratusan orang tampak mengantre di depan gerbang sekolah. Mulai anak-anak hingga orang tua, baik laki-laki maupun perempuan. Saat dimulai pembagian, satu per satu dari mereka langsung masuk pelataran sekolah. Mereka kemudian, menerima nasi bungkus yang sudah disiapkan.

“Ini hanya kegiatan berbagi kepada warga kurang mampu dan kaum duafa. Hari ini, ada seratusan bungkus nasi dan sejumlah paket bantuan,” terang Winingsih, koordinator Jumat Barokah yang juga Wakil Kepsek bagian Sarana Prasarana,

Dikatakannya, sekolah tersebut memiliki kegiatan sosial berupa pembagian bantuan yang dilaksanakan setiap Jumat Legi. Dipilihnya pada Jumat Legi, tuturnya, karena hari pasaran Legi merupakan jumat keramat bagi masyarakat Jawa.

“Makanya, kegiatan ini kami namakan Jumat Legi Barokah. Pasaran Legi, kalau orang Jawa, dipercaya sebagai Jumat keramat. Nah, berbagi kepada sesame di hari spesial ini, kami ingin barokahnya,” tuturnya.

Menurutnya, Jumat Legi Barokah ini, sudah berlangsung 10 bulan lalu. Tujuannya, lanjutnya, turut meringankan beban warga sekitar sekolah yang kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

Sedangkan biayanya, kata Winingsih, didapat dari sedekah para guru atau komponen SMK Sultan Agung 1 yang berhasil dikumpulkan.

“Biayanya, dari hasil sedekah bapak dan ibu guru yang dikumpulkan. Seikhlasnya,” ujar Winingsih.

Ditambahkannya, pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) saat proses pembagian bantuan berlangsung. Seperti, menyediakan fasilitas hand sanitizer, dan pemberian masker bagi warga yang kedapatan tidak memakainya.

“Kami pun tidak ingin abai Prokes. Sekolah juga menyiapkan sarana cuci tangan yang biasanya dimanfaatkan peserta didik,” pungkasnya. *)

Penulis: Mukti AbadiEditor: Arief Anas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *