Kewalahan Tangani Wabah PMK Hewan Ternak, Pemprov Jatim Minta Bantuan 2 Perguruan Tinggi

- Redaksi

Rabu, 11 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapi dicek kesehatannya.

Sapi dicek kesehatannya.

WONOSALAM | FaktaJombang.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan terus bekerja secara masif menangani wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) hewan ternak.

Meski demikian, tampaknya Jawa Timur kewalahan menangani penyakit yang sudah menyerang ribuan ekor sapi di beberapa daerah tersebut.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sejauh ini pihaknya juga telah meminta bantuan dua perguruan tinggi ternama di sana.

Tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) maupun Universitas Brawijaya (Unibraw) diminta turun dan turut melakukan pendampingan hingga proses pengobatan. Dengan banyaknya tim, maka penanganan wabah ini akan lebih cepat.

Baca Juga:  Indikator Tercemar, Biota Cacing dari Limbah Ternak Sapi Ditemukan di Sungai Wonosalam Jombang

Harapan itu disampaikan Gubernur saat berkunjung ke Wonosalam Jombang pada Selasa, 10 Mei 2022, kemarin.

“Saya sudah bertemu dengan dekan FKH Unair dan Dekan FKH Brawijaya, mari sama-sama mengirim tim untuk ikut melakukan pendampingan dan pengobatan. Kalau tim lebih banyak artinya akan ada percepatan,” tandasnya.

Dia menjelaskan, penyuntikan hewan yang terserang penyakit PMK ini tidak harus dilakukan oleh dokter hewan, namun juga bisa dikerjakan oleh paramedis keliling.

Baca Juga:  Pemuda Asal Daditunggal Jombang Ditemukan Meninggal Kaku di Dalam Mobilnya

Dikatakan Khofifah, saat ini juga telah mendatangkan banyak obat-obatan untuk penanagan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) tersebut.

Obat PMK itu, sudah disalurkan kepada kelompok peternak terutama daerah yang terdampak. Di antaranya, analgesic, antibiotik dan vitamin.

“Tadi malam kami juga sudah menggelar Rakor dengan Wali Kota untuk memaksimalkan pengobatan. Jadi kita kasih jarak 3 hari disutik ulang dan yang sudah disuntik. Alhamdulillah mulai membaik. Saya kunjungi Gresik dan Lamongan dua kali suntik banyak yang kelihatan sehat kembali,” katanya.

Baca Juga:  Tabrak Pikap di Janti Jombang, Pemotor Meregang Nyawa Seketika

Seperti diketahui, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di Jawa Timur. Tercatat ribuan hewan ternak mengalami penyakit tersebut.

PMK ini ditemukan di empat wilayah, di antaranya Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo dan Gresik. Sejauh ini, Pemprov Jawa Timur juga sudah menutup pasar hewan di daerah tersebut.

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru