Laga Persahabatan Jelang Liga 3, PSID Jombang Tekuk SM Rajawali Biru 2 – 0

  • Bagikan
PSID Jombang lawan SM Rajawali Biru
Serangan dari Tim SM Rajawali Biru masih bisa dihalau penjaga gawang PSID Jombang dalam laga persahabatan di Stadion Merdeka Jombang, Sabtu (9/10/2021) sore.

FaktaJombang.com – Tim kesebelasan SM Rajawali Biru kalah 2 gol tanpa balas melawan tim PSID Jombang, saat pertandingan persabatan di Stadion Merdeka, Jalan KH Abdurrahman Wahid, Jombang, Sabtu (9/10/2021).

Laga Friendly dua tim kesebelasan Kabupaten Jombang ini, untuk melatih dan mempersiapkan skuadnya menjelang digelarnya Liga 3 Indonesia 2021 Zona Jawa Timur, yang dijadwalkan pada 3 November 2021 mendatang.

Dalam laga kali ini, tim SM Rajawali Biru bermain tidak seperti sejumlah laga persahabatan sebelumnya yang biasanya tampil menyerang. Bahkan, kurang dari 1 menit setelah kick off babak pertama pukul 15.15 WIB, gawang SM Rajawali Biru kebobolan lewat kaki Redi.

Kalah satu gol di menit awal, SM Rajawali Biru mulai berupaya menyerang. Hanya saja, permainan SM Rajawali Biru stagnan dan sulit berkembang. Meski beberapa kali merangsek ke daerah pertahanan Laskar Kebokicak, bomber SM Rajawali Biru belum bisa menuntaskannya.

Hingga babak pertama selesai, PSID Jombang unggul dengan skor 1 – 0 atas tim yang bermarkas di Omah Sambong, Desa Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang ini.

Selesai turun minum, SM Rajawali Biru mencoba terus membangun serangan. Hanya saja, pertahanan Laskar Kebokicak belum bisa ditembus SM Rajawali Biru.

Hingga menit ke 25 babak dua, SM Rajawali Biru mendapat hadiah pinalti, setelah bomber SM Rajawali Biru dilanggar pemain PSID Jombang. Wasit pun menunjuk titik putih.

Sayangnya, Jaelani belum bisa memanfaatkan peluang emas itu. Tendangannya ke sudut kiri gawang PSID Jombang masih bisa dihalau kiper Guntur. Skor pun tetap 1 – 0 untuk keunggulan PSID Jombang.

Tampaknya, kegagalan sepakan pinalti tersebut, membuat tempo permainan klub asuhan Abdullah Sajjad dan Moch Sirath itu melemah. Dan petaka di gawang SM Rajawali Biru pun terjadi di menit 30 babak dua. Deri berhasil menjebol gawang SM Rajawali Biru dan merubah skor menjadi 2 – 0.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2 – 0 untuk kemenangan PSID Jombang atas SM Rajawali Biru.

Sementara itu, pemilik klub SM Rajawali Biru, Dr Kuswanto mengaku bersyukur meski tim kesebelasannya kalah 2 – 0 melawan PSID Jombang dalam pertandingan persahabatan di Stadion Merdeka Jombang kali ini.

Kuswanto pemilik SM Rajawali Biru
Dr Kuswanto, pemilik klub sepakbola SM Rajawali Biru.

Menurutnya, SM Rajawali Biru mencoba formasi baru dalam laga persahabatan kali ini, setelah pihaknya mendatangkan 3 pemain baru asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari formasi baru ini, pelatih mencoba membangun kekompakan tim saat berlaga.

“Sebenarnya, tim kami cukup baik. Sepanjang laga persahabatan, baru kali ini SM Rajawali Biru kalah. Kalau menang terus, kan kita nggak bisa melihat titik lemah tim kami,” papar Anggota DPRD Jawa Timur ini.

Kuswanto berharap, kedepan, pelatih bisa menemukan formula baru untuk terus bisa menjaga performa setiap pemain. Selain itu, memiliki sejumlah strategi dalam setiap pertandingan. Termasuk memanfaatkan pinalti menjadi gol.

“Ini catatan kami, untuk melatih secara khusus siapa saja yang menjadi algojo pinalti. Karena, kalau pinalti yang merupakan peluang emas tidak bisa menjadi gol, akan berpengaruh pada motivasi pemain,” pungkasnya.

Sedangkan pelatih PSID Jombang, Hendrawan Dwi Susanto mengatakan, laga ujicoba itu bukanlah menjadi patokan bagi PSID Jombang. Hanya saja, laga persahabatan ini memang dimanfaatkan PSID Jombang untuk menambah pengalaman.

pelatih PSID Jombang
Pelatih PSID Jombang, Hendrawan Dwo Susanto

Pihaknya mengatakan, pemain senior PSID Jombang hanya tersisa 4 pemain. Selebihnya, diambil dari pemain lokal.

“Ini juga akan menambah jam terbang di kancah nasional. Karena banyak pemain baru di PSID Jombang. Itu pun pemain lokal atau putera daerah,” katanya.

Sementara laga ujicoba yang dilakoni PSID Jombang selama jelang bergulirnya Liga 3 ini, hanya di wilayah Kabupaten Jombang saja. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan evaluasi dan pembenahan di semua lini pasca pertandingan ujicoba.

“Kami tidak berani melakukan laga ujicoba ke luar daerah, karena butuh biaya. Sedangkan saat ini, PSID Jombang masih krisis keuangan,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *