Mengintip Geliat Perajin Alat Pertanian di Pucangsimo Jombang

  • Bagikan
perajin arit di Pucangsimo Jombang
Tekno (38) saat mengerjakan arit/sabit pesanan di bengkel usahanya, Dusun Simo, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (1/10/2021)

FaktaJombang.com – Boleh dibilang, Dusun Simo, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, merupakan sentra pembuatan perkakas atau peralatan berbahan besi baja. Seperti arit atau sabit, cangkul, kapak, pedang, golok dan lainnya.

Karena mayoritas penduduknya, menggantungkan hidup dari hasil pembuatan alat-alat pertanian tersebut. Bahkan, sektor ekonomi kreatif ini ditekuni warga setempat secara turun-temurun.

Salah satu perajin arit/sabit, Tekno (38) mengaku telah menekuni kerajinan tersebut lebih dari 20 tahun. Diceritakannya, saat masih remaja, dia sudah berkecimpung membuat arit, sekedar membantu usaha orang tuanya.

Menurutnya, bapaknya selalu melibatkan dirinya mulai dari nol pembuatan arit hingga pemasarannya. Kondisi ini dilakoninya hingga usaha bapaknya berkembang. Maka tak heran, Tekno menjadi ahli di bidang pembuatan alat pertanian berbahan besi baja ini.

“Sudah lama, kurang lebih 20 tahunan. Belajar dari bapak saya. Kemudian, bapak saya meninggal. Jadi saya yang meneruskan,” katanya kepada FaktaJombang.com. Jumat (1/10/2021) pukul 13.56 WIB.

Meneruskan usaha orang tuanya itu, Tekno mengaku masih mengandalkan dari pelanggan lama. Meski dalam kesempatan lain, ia juga mencoba merintis pasar baru.

Hanya saja, usaha tersebut terdampak pandemi Covid-19. Diakuinya, permintaan alat pertanian dari besi baja tidak semoncer sebelum pandemi. Ia pun hanya mengerjakan berdasarkan pesanan saja.

Dalam sehari, rata-rata ia mampu menyelesaikan pesanan arit dari besi baja sebanyak 10 buah. Pengerjaannya itu, dia dibantu satu rekannya. Untuk harga, satu unit sabit siap pakai, dijual dengan harga Rp 90 ribu.

“Ini semua sudah pesanan. Kalau sehari bias dapat 10 unit. Satu sabitnya seharga 90 ribu,” jelasnya.

Dikatakannya, pemesan Sabit buatan Tekno kebanyakan berasal dari luar Jombang, di antaranya Kediri, Mojokerto, Nganjuk, hingga Kalimantan. Sementara pesanan dari Jombang, lanjutnya, nyaris sepi.

“Seng pesen tekok luar daerah (yang pesan dari luar daerah) Kediri, Mojokerto, Nganjuk, dan Kalimantan. Yang paling sering dari Kalimantan,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *