Meski Berbahaya, Petani di Plandaan Jombang Tetap Gunakan Jebakan Tikus Beraliran Listrik

  • Bagikan
jebakan tikus beraliran listrik di plandaan jombang
Seorang petani di Plandaan, Jombang, saat menyalakan dan menunggui genset untuk jebakan tikus beraliran listrik di sawahnya.

FaktaJombang.com – Meski sangat membahayakan dan tak jarang memakan korban, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, tetap saja memilih jebakan tikus beraliran listrik dari genset.

Pilihan beraliran listrik itu, karena mereka merasa tidak mampu menanggulangi hama hewan pengerat yang menyerang tanaman padi di sawahnya secara manual atau gropyokan. Alternatif lain, seperti obat atau racun tikus, dianggrapnya kurang manjur.

“Tidak ada cara lain yang ekfektif untuk memberantas hama tikus selain menggunakan jebakan beraliran listrik dari genset. Kalau pakai obat atau racun tikus, kurang manjur,” kata Marlan (43), seorang petani Dusun Padangan, Desa/ Kecamatan Plandaan, kepada FaktaJombang.com, Selasa (25/5/2021) petang.

Dikatakannya, saban hari sekitar pukul 17.00 WIB, ia pergi ke sawahnya untuk menyalakan genset yang diletakkan di pinggir jalan, berbatasan dengan area sawah milknya.

Genset yang mengaliri setrum pada kawat yang telah disiapkan mengelilingi sawahnya itu, berderu sampai pukul 23.00 WIB.

“Mulai menghidupkan genset jam 5 sore sampai jam 11 malam. Untuk bahan bakarnya menggunakan bensin, habis 2 liter-an,” rincinya.

Ia mengaku tidak menyoal harus mengeluarkan biaya bahan bakar genset tersebut. Menurutnya, hal tersebut masih terbilang terjangkau dibanding meminta orang untuk gropyokan.

“Kalau gropyokan kan butuh banyak orang. Bisa-bisa biayanya cukup tinggi untuk membayarnya. Kalau dibanding racun tikus, sebanding lah. Tapi ya tadi, kurang manjur kalau pakai obat atau racun tikus,” urai Marlan.

Pantauan FaktaJombang.com di lokasi, jika siang hari, bentangan kawat mengelilingi sawah belum berfungsi. Namun saat malam, jangan coba-coba menyentuh kawat tersebut, kalau tidak ingin kesetrum.

Tandanya kalau kawat itu teraliri listrik, jika ada bohlam atau lampu yang menyala. Bohlam tersebut, biasanya dikaitkan ke batangan bambu yang ditancapkan di beberapa tempat area petak sawah.

Di bawah bilah bambu setinggi dada orang dewasa itulah, terikat kawat yang dipasang membentang sepanjang petak sawah yang terhubung dengan bola lampu.

Perlu diingat, cara penanggulangan ini sangat berbahaya. Terakhir diberitakan FaktaJombang.com, salah satu warga Dusun Pacar, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, ditemukan tak bernyawa di sawahnya.

Korban bernama Yunus Junaidi (49) ini ditemukan istrinya meninggal akibat tersengat listrik yang dipasang untuk jebakan tikus. (Baca: Wanita Pacarpeluk Jombang Temukan Suaminya Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus) *)

Penulis: Dandy AnggaEditor: Arief Anas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *