Pemkab Jombang Tak Bisa Berbuat Banyak Soal Akses Jalan di Dusun Rapahombo

- Redaksi

Jumat, 1 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video viral menayangkan sejumlah warga sedang menandu orang sakit menyusuri jalan berlumpur dan licin selama 2 sampai 3 jam. Warga yang sakit dan ditandu itu yakni Sigun, warga Rapahombo, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Tangkapan layar video viral menayangkan sejumlah warga sedang menandu orang sakit menyusuri jalan berlumpur dan licin selama 2 sampai 3 jam. Warga yang sakit dan ditandu itu yakni Sigun, warga Rapahombo, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Khalayak tentu masih ingat video viral di media sosial (Medsos) menayangkan sejumlah warga menandu orang sakit dan berjalan puluhan kilometer menyusuri jalan berlumpur dan licin di Jombang.

Peristiwa yang terjadi di Dusun Rapahombo, Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang ini mematik keprihatinan masyarakat. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, tampaknya kesulitan membuka akses jalan menuju dusun Rapahombo.

Dusun terpencil yang dihuni sekitar 28 Kepala Keluarga (KK) itu memang cenderung terisolasi. Sebab, dusun itu dikelilingi hutan milik Perhutani dan terpisah jauh dengan desa lainya. Bahkan, jalan yang dipakai selama ini juga milik Perhutani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo mengakui, sejauh ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk membuat akses jalan di Dusun Rapahombo. Terlebih, akses keluar menuju desa terdekat pun melintasi kawasan hutan milik pemerintah.

Baca Juga:  Pasang Bendera Merah Putih Asal, Belasan Warga Kepatihan Jombang Kena Tegur Kadesnya

“Ketika melewati kawasan Perhutani otomatis Pemkab Jombang tidak bisa membuat akses jalan di sana. Kecuali ada MOU (Memorandum of Understanding) dengan Perhutani,” kata Agus Purnomo, Jumat (1/4/2021) melalui ponselnya.

Agus Purnomo menjelaskan, memang sampai saat ini Pemkab Jombang belum pernah membuat kesepakatan dengan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani. Sebab, upaya itu pun butuh waktu yang tidak sebentar.

Meski demikian, saat ini pihaknya sudah berangan-angan membangun akses jalan baru menuju Jipurapah, desa terdekat dari Dusun Rapahombo itu.

“Kalau kita untuk membuat akses jalan prosesnya panjang, sama dengan Pemkab Jombang memasukkan tiang listrik ke desa Klitih, prosesnya panjang,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menjelaskan, bagaimana teknis pembangunan akses jalan menuju Dusun Rapahombo, bisa dimulai.

Baca Juga:  Proyek Plengsengan Beton di Plabuhan Jombang, Anggarannya Rp 2 Miliar Lebih

Proses ini tentunya akan dilakukan jika seluruh prasyarat maupun ketentuan, termasuk nota kesepahaman alias MOU (Memorandum of Undertanding) sudah terjadi antara Pemkab Jombang dan Perum Perhutani.

Maka, pembangunan jalan pertama yang akan dibuka adalah jalan makadam. Panjangnya mencapai 8 hingga 10 kilometer yang akan menghubungkan ke Desa Jipurapah.

“Tidak bisa langsung hotmix, minimal makadam dulu. Jadi kalau mau bangun hotmix minimal ada makadam dulu untuk membuka jalannya, baru kemudian hotmix atau lapen atau rigid sebagai pondasi dari jalan itu sendiri,” tandas Bayu.

Seperti diketahui, baru-baru ini viral di media sosial seorang warga Dusun Rapahombo yang mengalami sakit harus ditandu puluhan warga menuju ke rumah sakit.

Baca Juga:  Jalan Lingkungan di Dapurkejambon Jombang Dirabat Beton, Dibiayai DD 2021

Warga bernama Sigun (62) itu harus menunggu sehari penuh untuk hisa mendapatkan pertolongan medis di RSI Jombang.

Sigun dibawa dengan tandu yang terbuat dari beberapa lembar kain sarung dan sepotong kayu melintasi kawasan hutan dan jalan berlumpur selama 2-3 jam lamanya.

“Kami melintasi wilayah Nganjuk dulu baru bisa ke Jombang karena lebih dekat dan cepat, kalau lewat Jombang sendiri malah lama bisa 5 sampai 6 jam baru keluar hutan,” kata Mustain, menantu Sigun.

Sebelumnya, kondisi yang sama. seorang ibu hamil yang hendak melahirkan yang juga harus dibawa dengan tandu menuju agar bisa mendapatkan pertolongan.

“Yang kami minta hanya jalan saja, bukan lainnya,” pungkas Mustain. *)

Baca sebelumnya:
Dramatis, Warga di Jombang Berjalan 2 Jam Sisir Jalan Berlumpur Selamatkan Kakek Sakit Pakai Tandu

Berita Terkait

Kantor KPU Jombang Dipasangi CCTV, Termasuk Gudang Logistik Pemilu 2024
Waspadai Konflik Sosial Jelang Pemilu, Bakesbangpol Jombang Hadirkan Dosen Undar dan Junita Erma Zakiyah
Pasang Bendera Merah Putih Asal, Belasan Warga Kepatihan Jombang Kena Tegur Kadesnya
Soal Aset Pemkab Jombang Diduga Diserobot Pengusaha, Ini Respon Camat Kabuh
Proyek Sumur Dangkal Banjardowo, DPMD Jombang: ‘Leading Sectornya OPD Sesuai Pekerjaan’
Sekeluarga di Madiopuro Jombang Keracunan, Makanan dan Minuman Dinyatakan Mengandung Bakteri
Syarat Mudik Lebaran 2022, Bupati Jombang Dorong Percepatan Vaksinasi Sampai Dosis 3
Data PUPR; Jalan Rusak di Jombang Sepanjang 385 Kilometer, Perbaikan Butuh Triliunan

Berita Terkait

Sabtu, 11 November 2023 - 13:17 WIB

Kantor KPU Jombang Dipasangi CCTV, Termasuk Gudang Logistik Pemilu 2024

Rabu, 8 Maret 2023 - 18:01 WIB

Waspadai Konflik Sosial Jelang Pemilu, Bakesbangpol Jombang Hadirkan Dosen Undar dan Junita Erma Zakiyah

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 09:16 WIB

Pasang Bendera Merah Putih Asal, Belasan Warga Kepatihan Jombang Kena Tegur Kadesnya

Minggu, 15 Mei 2022 - 20:23 WIB

Soal Aset Pemkab Jombang Diduga Diserobot Pengusaha, Ini Respon Camat Kabuh

Selasa, 26 April 2022 - 20:31 WIB

Proyek Sumur Dangkal Banjardowo, DPMD Jombang: ‘Leading Sectornya OPD Sesuai Pekerjaan’

Berita Terbaru