Pemotor Tewas Mengenaskan di Perlintasan Rel KA Sumobito Jombang, Diduga Tabrakkan Diri

- Redaksi

Kamis, 13 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi potongan-potongan tubuh korban yang tertabrak kereta api di perlintasan rel KA di Dusun Johojumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang

Petugas mengevakuasi potongan-potongan tubuh korban yang tertabrak kereta api di perlintasan rel KA di Dusun Johojumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang

FaktaJombang.com – Seorang pria meninggal mengenaskan di perlintasan tanpa tanpa palang pintu di Dusun Johojumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Rabu (11/7/2023) malam.

Tubuhnya hamcur dan tercecer setelah tertabrak kereta api (KA) Bima jurusan Surabaya – Gambir, Jakarta.

Korban diduga melakukan bunuh dengan cara menabrakkan diri di depan KA yang sedang melintas.

Hal ini, karena di dekat lokasi kejadian, ditemukan sepeda motor yang diduga milik korban, dalam kondisi utuh. Hanya saja, setir sepeda motor tersebut, terkunci.

Kapolsek Sumobito, AKP Sulaiman mengatakan, peristiwa tragis ini diketahui setelah pihaknya medapatkan laporan dari Polsuska.

Dari laporan tersebut, pihaknya bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Karena tubuh korban hancur akibat tertabrak kereta api, penyisiran pun dilakukan.

Dibantu warga sekitar, penyisiran difokuskan mencari potongan-potongan tubuh korban yang tercecer di sepanjang rel kereta api.

Baca Juga:  Terdampak Liburan Nataru, Abang Becak dan Pedagang Sekolah di Jombang Ketiban Rezeki

Proses penyisiran dilakukan sampai Kamis (13/7/2023) dini hari, dengan area penyisiran hingga satu kilometer.

“Penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari potongan-potongan tubuh korban, karena kondisi jasad korban bisa dikatakan hancur, terpisah-pisah,” ujarnya, Kamis (13/7/2023).

Selain mencari potongan tubuh korban, penyisiran juga dilakukan untuk mencai identitas korban. Dan diketahui, koban berjenis kelamin laki-laki.

“Kami juga menemukan sepeda motor korban dalam kondisi terkunci stang, letaknya sekitar 200 meter dari potongan tubuh korban,” papar AKP Sulaiman.

Dengan bantuan tim identifikasi Polres Jombang, lanjut Sulaiman, identitas korban akhirnya bisa diidentifikasi.

“Setelah dicek sidik jarinya, korban diketahui merupakan warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, atas nama Usman Yudi,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari masinis dan Polsuska, kata AKP Sulaiman, korban diduga bunuh diri dengan sengaja menabrakkan diri ke kereta api.

Baca Juga:  Duuh, Plengsengan 'Siluman' di Plabuhan Jombang Rusak dan Kurang Cor

“Menurut keterangan masinis, korban meninggalkan kendaraannya, langsung loncat ke arah kereta api,” ujarnya.

Diperkirakan, korban baru saja bepergian ke wilayah Kesamben, Kabupaten Jombang. Kemudian menuju Sumobito dan melintas di lokasi kejadian.

“Korban ini perkiraan dari arah Kesamben, terus menuju ke Sumobito dan nyeberang di perlintasan kereta api tak berpalang pintu yang ada di tengah sawah,” kata Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Japanan Kecamatan Mojowarno, Junaedi Catur Wicaksono, membenarkan korban merupakan warganya.

Kades Catur mengatakan, dari keterangan orang tua korban, belakangan ini kondisi korban menunjukkan prilaku tidak stabil. Korban kerapkali bertindak di luar kebiasaan.

“Dari penuturan bapaknya, korban sudah dua mingguan ini tidak kerja, jarang mandi, dan sulit makan,” ucapnya.

Sebelum kejadian, lanjut Kades Catur, istri korban berada di rumah orang tuanya di Kecamatan Kesamben. Saat ke Kesamben, korban diperkirakan akan menjemput istrinya.

Baca Juga:  Permintaan Lesu, Perajin Anyaman di Segodorejo Jombang Keluhkan Harga Bambu Naik

“Ini tadi istrinya tidak pulang, dan habis maghrib korban pamit mau jemput istrinya. Rumah istrinya di Carangrejo Kesamben,” jelasnya.

Namun, pada pukul 00.05 WIB, Kades Catur mendapat kabar dari pihak kepolisian, bahwa Usman Yudi meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di Sumobito.

“Saya dapat kabar dari polisi, kalau warga saya meninggal kecelakaan tertabrak kereta api di Sumobito,” imbuhnya.

Sebelum bertingkah di luar kebiasaan, lanjutnya, korban dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Korban juga dikenal sebagai pekerja keras.

“Korban baik, gak pernah bikin ulah, gak pernah aneh-aneh. Pekerja keras orangnya, gak pilih-pilih pekerjaan. Kerja apa saja yang penting bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

Selanjutnya, jasad korban yang kondisinya terpotong-potong tersebut sudah teridentifikasi dan diakui pihak keluarganya, dibawa pulang untuk dimakamkan. (*)

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru