Pengobatan Santet Lewat Alat Vital Wanita di Jombang, Ini Kata Tetangganya

  • Bagikan
tempat pengajian plus pengobatan milik Gus N di Dusun Caruk Wetan, Desa Jabon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Meski rumah berikut musala Gus N kerapkali menjadi tempat pengajian para jamaahnya yang digelar secara rutin, sejumlah tetangganya di Dusun Caruk Wetan, Desa Jabon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, tampaknya cuek saja.

Bahkan, sejumlah tetangga atau warga setempat seolah tidak tertarik mengikuti pengajian yang diselenggarakan Gus N sebanyak 2 atau 3 kali dalam satu pekan itu.

Hal ini diungkapkan salah satu tetangganya yang kediamannya berjarak sekitar 100-an meter dari rumah Gus N. Menurutnya, sepintas pandang, pengajian di sana terkesan eksklusif, hanya untuk kalangan jamaahnya.

Baca sebelumnya:
Alamak! di Jombang Ada Pengobatan Santet Lewat Kemaluan Wanita
Pengobatan Santet Nyeleneh di Jombang, Berlaku Untuk Jamaahnya yang Cantik?

“Apalagi kalau Minggu, pasti di situ ramai. Tapi yang datang dan ikut pengajian kebanyakan dari luar sini. Aktivitas pengajian di sana tidak pernah mengundang warga sekitar,” ujarnya, Minggu (8/1/2023). Pria yang rambutnya sudah memutih ini mewanti-wanti namanya tidak dicantumkan di media massa.

Dirinya mengaku sempat mendengar desas-desus adanya praktik pengobatan santet yang tak lazim alias nyeleneh, yakni mengeluarkan benda yang diklaim kiriman santet dari kemaluan wanita.

Hanya saja, dirinya mengaku saat itu masih cuek karena dianggapnya masih desas-desus, dan belum tentu kebenarannya.

“Tapi setelah berita soal pengobatan aneh di situ itu muncul, ternyata itu bukan sekedar isu belaka, tapi benar-benar terjadi. Kok yo onooo ae (kok ya ada saja). Astagfirullah,” katanya diakhiri melantukan kalimat ampunan kepada Sang Pencipta.

Senada dengan tetangga lain, yang mengaku tidak tertarik ikut pengajian yang digelar Gus N di musallanya. Alasannya sama, yakni pengajian itu dinilainya bukan untuk umum.

“Jauh-jauh hari, saya juga mikir, kalau pengajian di situ khusus bagi jamaahnya. Ya jadinya nggak tertarik ikut. Kalau pengajian yang dilaksanakan di dusun ini, saya selalu ikut,” paparnya. Dia juga meminta namanya tidak disebutkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *