Pengurukan Sawah di Pesantren Tetap Lanjut, Pemkab Jombang Terkesan Cuek

  • Bagikan
alihfungsi sawah jadi perumahan di pesantren tembelang jombang
Sawah yang diuruk yang dikabarkan akan jadi kawasan perumahan di Jalan Melati, Dusun Kedungbanteng, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Rabu (24/3/2021).

FaktaJombang.com – Meski belum mengantongi izin lengkap, pengurukan lahan persawahan di Jalan Melati, Dusun Kedungbanteng, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, masih terus berjalan. Informasi yang didapat, sawah seluas 2,5 hektar itu bakal dialihfungsi menjadi kawasan Perumahan Bersubsidi.

Bahkan, pantauan FaktaJombang.com pada Rabu (24/3/2021) siang, proses pengurukan sudah nyaris selesai, mencapai sekitar 60 hingga 70 persen. Namun, hingga saat ini, tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

“Pekerjaan pengurukan masih terus jalan, nggak ada liburnya. Sudah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen,” kata seorang warga yang menolak namanya disebutkan di media.

Tampak di lokasi, sedikitnya 5 dump truk sedang menurunkan tanah uruk muatannya di lokasi pengurukan. Bahkan, jumlah alat berat berupa bulldozer ditambah menjadi dua unit.

“Yang kami sayangkan, tidak ada tindakan tegas dari penegak Perda terkait hal ini. Padahal jelas, izinnya masih di seputar TKPRD (Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah),” ujar sumber.

Menurutnya, proses perizinan yang harus dilalui pihak pengembang, masih sangat jauh karena masih di wilayah TKPRD. Namun, lanjutnya, pihak pengembang tanpa hambatan melakukan pengurukan.

Ia mengaku memahami, jika sebelumnya Dinas PUPR Jombang sudah berstatemen jika lahan tersebut memang sesuai untuk permukiman.

“Tapi kan pihak pengembang harusnya mengurus izinnya dulu. Dan kalau sudah mengantongi izin serta menurut pihak Dinas tekait sudah layak, monggo,” katanya.

Yang lebih disayangkan lagi, kata dia, tidak ada tindakan apapun dari Pemkab Jombang. Pemkab, lanjutnya, terkesan cuek dan ada pembiaran. Ia mengkhawatirkan, jika hal itu terus terjadi, akan menjadi preseden buruk bagi Kabupaten Jombang.

“Salah satunya, pengembang akan seenaknya sendiri membangun kawasan perumahan di masa mendatang. Kan yang tahu Pemkab sendiri harus mengambil tindakan yang bagaimana,” pungkasnya. *)

Baca Sebelumnya: Merasa Sanggupi Tuntutan Warga, Pengurukan Sawah di Pesantren Jombang Kembali Beraktivitas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *