Penumpang Kereta Api di Daop 7 Madiun Meningkat 155 Persen di Liburan Nataru

Stasiun Jombang 1
Suasana stasiun kereta api (KA) Jombang.

FaktaJombang.com – Selama masa libur Natal dan Tahun baru 2022, penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun, meningkat sebesar 155 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan, ada sebanyak 181 ribu lebih pelanggan kereta api di stasiun wilayah Daop 7 Madiun selama periode 17 – 28 Desember 2021. Rinciannya, 89.889 pelanggan yang naik dan 91.318 pelanggan yang turun.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, angka tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama, yakni pada tanggal 17 sampai 28 Desember 2020 lalu. Di mana, PT KAI melayani sebanyak 116.945 pelanggan.

Di antaranya 55.980 pelanggan yang naik dan 60.965 pelanggan kereta api yang turun. Dengan rata-rata per hari melayani sebanyak 9.745 pelanggan.

“Selama periode tersebut, jumlah rata-rata pelanggan di wilayah Daop 7 Madiun per harinya sebanyak 15.100 pelanggan,” ujarnya, Rabu (29/12/2021).

“Jadi ada kenaikan sekitar 155 persen pelanggan KA jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama,” jelas Ixfan.

Ixfan mengatakan, rute yang menjadi favorit masyarakat di wilayah Daop 7 Madiun yakni, relasi Madiun – Surabaya, Madiun – Yogyakarta, Madiun – Pasar Senen, Madiun – Lempuyangan, dan Madiun – Kiaracondong.

1.200 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api

Pada periode tersebut, Daop 7 Madiun juga telah menolak sebanyak 1.248 keberangkatan calon penumpang. Hal ini dikarenakan calon penumpang tersebut tidak bisa memenuhi persyaratan protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditentukan.

Salah satu syarat mutlak yang wajib disertakan yakni sertifikat vaksin dengan beberapa klasifikasi.

“Daop 7 Madiun memastikan hanya pelanggan yang benar-benar memenuhi persyaratan yang diperbolehkan berangkat naik kereta api. Apabila tidak dapat memenuhi syarat tersebut, kami mohon maaf, yang bersangkutan tidak bisa naik. Dan selanjutnya bea tiket akan dikembalikan sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan,” kata Ixfan.

Adapun persyaratan untuk naik KA Jarak Jauh pada periode keberangkatan 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 sesuai Surat Edaran (SE) Kemenhub No 112 2021, di antaranya, vaksinasi dosis kedua untuk usia diatas 17 tahun. Selain itu juga menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam atau Rapid Test Antigen 1×24 jam.

“Usia 12 -17 tahun yaitu vaksin minimal dosis pertama dan menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam atau Rapid Test Antigen 1×24 jam, serta usia di bawah 12 tahun yaitu menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam serta didampingi orang tua,” bebenya.

Guna membantu masyarakat dalam melengkapi persyaratan untuk naik kereta api di masa Nataru, khususnya pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun, mulai Sabtu 25 Desember 2021, Daop 7 Madiun juga memberikan layanan tes PCR.

“Layanan tes PCR di Stasiun Madiun berlokasi di sebelah timur Loket / CSOS (samping pintu kedatangan) atau berlokasi sama dengan pemeriksaan Rapid Antigen. Dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00 – 14.00 WIB,” terang Ixfan.

Untuk dapat melakukan tes PCR di stasiun, calon pelanggan harus menunjukkan kartu identitas dan tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah dibayarkan. Hasil tes PCR akan keluar maksimal 1×24 jam setelah pengambilan sampel melalui email pelanggan serta sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Ixfan menambahkan, Daop 7 Madiun juga menyediakan tujuh stasiun yang terdapat layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen seharga Rp 45 ribu. Tujuh stasiun tersebut yakni Stasiun Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, dan Nganjuk.

“Para pelanggan Kereta Api diharapkan dapat memanfaatkan berbagai layanan tersebut dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada saat menggunakan layanan kereta api guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api,” tutup Ixfan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *