Percepatan Vaksinasi di Jombang, Nakes Datangi Petani Semangka di Tengah Sawahnya

Vaksin sistem jemput bola di tengah sawah Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Berbagai cara dilakukan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 untuk mempercepat capaian vaksinasi. Salah satunya dengan sistem jemput bola untuk memberikan suntik vaksin secara door to door atau dari rumah ke rumah.

Namun, apa yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Megaluh ini terbilang kreatif dan patut mendapat acungan jempol. Sebab, mereka rela berpanas-panasan di tengah sawah di bawah terik matahari untuk upaya percepatan vaksinasi ini.

Yakni di Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh ini. Di mana, sejumlah petugas tenaga kesehatan (Nakes) nekat mendatangi para petani yang tengah sibuk beraktivitas dengan sawahnya.

Sontak saja, apa yang dilukan para nakes ini membuat para petani yang tengah sibuk merawat tanaman buah semangkanya terkejut.

Petugas berjilbab ini pun menghampiri. Mereka membawa tas pendingin berisi vaksin Covid-19. Petugas itu, tampak memberikan penjelasan secara panjang lebar kepada mereka.

Petani itu kemudian menepi ke pematang sawah. Diikuti petugas medis yang mengenakan seragam khusus itu.

Pemeriksaan atau skrining kesehatan dilakukan. Petugas juga mengecek tensi darah petani tersebut. Usai lolos skrining, petugas medis kemudian menyuntikkan vaksin di lengan kiri petani di persawahan Desa Kedungrejo.

“Untuk percepatan vaksinasi Covid-19, kita melakukan jemput bola. Kita melakukannya door to door. Seperti yang kita lakukan di area persawahan Desa Kedungrejo. Kita lakukan vaksinasi untuk petani di sawah tersebut,” kata dr Fitrijah, Kepala BLUD Puskesmas Megaluh, Sabtu (13/11/2021).

Selain mendatangi sawah, pihaknya juga mendatangi Poskamling di sejumlah desa. Kemudian mendatangi tempat hajatan. Alhasil, upaya tersebut mendapat dukungan dari Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Megaluh. Bahkan mereka juya didampingi oleh unsur tiga pilar (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas).

Fitrijah mengungkapkan, percepatan vaksinasi di Kecamatan Megaluh terus dilakukan. Hal itu untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok. Upaya tersebut dilakukan dengan metode door to door. Yakni, tim vaksinator mendatangi tempat-tempat berkumpulnya masyarakat.

Dia menambahkan, dalam rangka percepatan vaksinasi itu, Puskesmas Megaluh membentuk tiga tim. Selain itu, vaksinasi juga melibatkan bidan desa di masing-masing wilayah.

“Vaksinasi kita lakukan setiap hari. Selain tim dari Puskesmas, juga ada tim dari masing-masing desa yang melibatkan bidan setempat. Puskesmas Megaluh membawahi 13 desa,” katanya.

Hingga pekan ini, lanjutnya, vaksinasi di Kecamatan Megaluh sudah tembus lebih dari 80 persen atau melampaui terget. Rinciannya, jumlah sasaran sebanyak 31.420, sedangkan capaiannya sebesar 25.553 orang.

“Targetnya 70 persen. Namun capaian kita di atas itu, yakni 81,3 persen,” ujar Fitrija.

Meski sudah vaksin, Kepala BLUD Puskesmas Megaluh ini mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, serta menjauhi kerumunan.

“Meski sudah vaksin, prokes jangan sampai kendor. Karena hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.