Perempuan Muda Meninggal Diduga Tabrakkan Diri ke KA di Jombang, Pengantin Baru

  • Bagikan
Petugas sedang mengevakuasi jenazah korban diduga bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api di perlintasan rel kereta api Desa Sumbermuyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Perempuan muda bernama Siti Makrifah (19) yang meninggal mengenaskan diduga menabrakkan diri ke kereta api (KA) di perlintasan rel Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, diketahui baru menikah alias pengantin baru.

Perempuan asal Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini diketahui menikah dengan M Agus A (24). Usia pernikahannya, baru berusia 3 mingguan.

Hal ini disampaikan Kapolsek Jogoroto, AKP Darul Huda. Menurutnya, pasangan suami istri (Pasutri) yang belum lama mengarungi bahtera rumah tangga ini, kemudian tinggal di wilayah Sumobito, Kabupaten Jombang.

“Iya benar, korban sudah berkeluarga. Ya perkawinannya sekitar 3 mingguan yang lalu, baru setelah itu tinggal di daerah Sumobito, Jombang,” ujar AKP Darul Huda saat dihubungi FaktaJombang.com lewat sambungan telepon, Kamis (24/3/2022) sore.

Diketahuinya status korban, bermula saat pihak keluarga korban datang ke RSUD Jombang dan Mapolsek Jogoroto, Rabu (23/3/2022) malam, setelah kejadian mengenaskan itu.

“Pihak keluarga datang ke RSUD dulu. Kemudian ke Mapolsek Jogoroto sekitar pukul 10 atau 11 malam. Setelah itu kami lanjutkan pemeriksaan, dan diketahui bahwa korban masih pengantin baru,” jelasnya.

Setelah proses pemeriksaan, lanjut Darul Huda, jenazah korban kemudian diambil pihak keluarga korban dan langsung dimakamkan di daerah keluarga korban.

Disinggung penyebab hingga korban diduga nekat memutuskan bunuh diri, Darul Huda belum menjelaskan. Pihaknya hanya menegaskan, korban diketahui tidak memiliki masalah apa-apa sebelumnya.

“Saat kami berjumpa dengan keluarga, di sana ada keluarga korban dan suaminya, ternyata tidak ada masalah apa-apa. Sementara keluarga sudah menerima dan langsung mengambil jenazahnya di RSUD Jombang, tadi malam,” katanya.

Dikatakan, dari informasi pihak keluarga, sebelum peristiwa itu terjadi, korban sempat berpamitan ke suaminya untuk pulang ke daerah asalnya di Kabupaten Kediri.

“Hari Selasa, korban sempat pamitan mau pulang sendiri ke Kediri. Tapi hingga esok hari, pihak keluarga korban mengatakan korban tidak pulang,” tuturnya.

Kemudian pada Rabu (23/3/2022) sebelum korban diduga nekat menabrakkan diri ke KA, korban sempat menghubungi lagi ke suaminya. Korban mengatakan, akan pulang.

“Pamitan lagi pada Rabu kemarin, katanya mau pulang gitu saja. Hingga kemudian, pihak kelurga suaminya ternyata dapat kabar kalau korban sudah meninggal dunia di rel perlintasan kereta api semalam itu,” bebernya.

Ditanya apakah korban punya masalah dengan suaminya, AKP Darul Huda mengatakan masih belum mendapatkan informasi soal itu.

“Kami belum tahu. Jadi kasihaan. Apalagi keluarga korban sudah menerima kejadian ini. Suaminya juga sudah kami mintai keterangan semalam,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mendadak heboh, Rabu (23/3/2022) petang sekitar pukul 19.12 WIB. Menyusul, seorang warga meninggal tertabrak kereta api (KA) di perlintasan rel KA km 78+5 petak jalan Sumobito – Jombang.

Korban meninggal diketahui seorang perempuan muda berusia 19 tahun. Namanya, Siti Makrifah, asal Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. *)

Baca sebelumnya:
Perempuan Muda Meninggal Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta Api di Sumbermulyo Jombang
Kecelakaan di Sumbermulyo Jombang, PT KAI Daop 7 Madiun: Masinis Sudah Nyalakan Semboyan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *