Periksa 3 Saksi Kecelakaan Maut Truk Tebu di Sembung Jombang, Polisi Olah TKP Lanjutan

Polisi sedang melakukan olah TKP lanjutan di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu (15/6/2022).

PERAK | FaktaJombang.com – Polisi melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) lanjutan di lokasi kecelakaan truk muatan tebu yang menewaskan 4 orang di jalan nasional, tepatnya Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu (15/6/2022).

Sampai saat ini, polisi belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini. Sopir truk bernama David Afuad Habibudin (36) warga Desa Kelurahan/ Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, juga masih menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi.

Selain sopir, polisi juga menggali keterangan dari kernet truk bernama Juwari (39) warga Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, serta mandor tebu. Sehingga, ada 3 orang yang diperiksa polisi sebagai saksi.

“Sudah kita lakukan berita acara pemeriksaan interogasi dulu kepada kernet, sopir, mandor. Tadi malam sudah kita kebut,” ungkap AKP Rudi Purwanto, Kasat Lantas Polres Jombang, Rabu (15/6/2022).

Dugaan sementara, lanjutnya, kecelakaan truk bermuatan tebu itu disebabkan oleh kelebihan muatan. Ditambah konstruksi jalan yang terlalu menikung membuat keseimbangan kendaraan yang membawa beban berat, menjadi tidak stabil.

Berdasarkan pantauan, kondisi antara jalan kabupaten dengan jalan nasional penghubung Surabaya – Nganjuk itu juga tidak sejajar. Sehingga semakin membuat laju truk bernomor polisi AG-9688-UW tidak seimbang hingga terguling.

“Olah TKP lanjutan melengkapi Mindik (administrasi penyidikan). Dugaan awal masih kelebihan muatan, masih kita kembangkan,” katanya.

“Kita akan bisa menentukan dimana letak key point-nya, key one-nya, terus kemiringan jalan gimana, apa ada rambu lalin, di situ apa ada pembatas jalan sehingga mengakibatkan orang ketika laka lantas jatuh ke sungai, kita cek hari ini,” sambungnya.

Dalam olah TKP lanjutan ini, polisi melakukan sejumlah pengecekan, mulai dari kondisi kemiringan jalan dan juga rambu lalu lintas. Polisi juga sedang mendalami kecepatan truk saat terjadi insiden maut itu.

Kepada polisi, David AH, sopir truk nahas itu mengatakan, saat kejadian, dirinya mengemudi dengan gigi satu, namun karena kondisi jalan yang miring sehingga membuat truk terguling.

“Sopir mengatakan ketika muatan dengan kemiringan tinggi, sopir pakai gigi satu. Tapi karena muatan terlalu banyak, ada orang di dalam dan ada pertemuan jalan kabupaten serta nasional kurang sinkron, akhirnya miring dan terguling itu,” tambahnya.

Seperti diberitakan, truk bermuatan tebu nopol AG-9688-UW terguling di tikungan jalan raya Surabaya – Madiun, tepatnya embong (jalan) miring Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, Selasa (14/6/2022) petang.
Selain membuat tebu muatannya tumpah hingga ke sungai yang berada di pinggir jalan nasional, kejadian ini menyebabkan 4 orang meninggal seketika di lokasi kejadian. Sedangkan 4 orang lainnya mengalami luka serius.

Saat kejadian, seluruh korban tengah duduk di atas muatan tebu yang berada pada bak truk nopol AG-9688-UW itu.

Korban meninggal di antaranya Ribut (43), Abdul (56), Suwoto (53) dan Mabung (45). Semuanya merupakan warga satu dusun, yakni Dusun Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Untuk 4 penumpang lainnya, yang mengalami luka-luka yakni Suntari (49), Supingi (44), Suwarno (52) dan Suyanto (49). Semuanya merupakan warga Dusun Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan korban selamat dan tidak mengalami luka, di antaranya sopir truk yakni David Afuad Habibudin (36) warga Desa/Kecamatan Ngronggot, Nganjuk, serta kenek truk bernama Juwari (39) warga Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron Nganjuk. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.