Petani Hentikan Pasok Tebu ke PG Tjoekir Jombang, DPD APTRI PTPN X: ‘Pemberlakuan Kuota Harus Dicabut’

- Redaksi

Sabtu, 23 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emplasemen PG Tjoekir, jalan jurusan Cukir - Mojowarno, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Emplasemen PG Tjoekir, jalan jurusan Cukir - Mojowarno, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

DIWEK | FaktaJombang.com – Aksi petani menghentikan pasokan tebu ke PG Tjoekir, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mendapat perhatian serius DPD Asosiasi Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PTPN X Surabaya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTRI PTPN X, Sudirman SH, mendukung penuh tuntutan petani tebu di wilayah kerja (Wilker) PG Tjoekir, yakni petani tebu mendapatkan SBH (sistem bagi hasil) minimal 5,5 kilogram gula per kwintal tebu tanpa ada pemberlakuan kuota pasokan tebu.

“Kami sangat mendukung terhadap aksi atau permintaan atau permohonan dari teman-teman petani di wilayah PG Tjoekir,” katanya saat dihubungi lewat nomor selularnya, Sabtu (23/7/2022).

Menurutnya, permintaan petani wilker PG Tjoekir terkait penyetaraan pendapatan dari hasil pasokan tebunya, merupakan hal wajar. Dan PG Tjoekir harus mengabulkan tuntutan tersebut.

“Tuntutan itu masih wajar, karena betapa mahalnya biaya sewa lahan beserta pengerjaannya. Kemudian, pupuk sulit dan langka. Juga tenaga tebang angkut dan muat sulit didapatkan. Andaikan ada, ongkosnya sungguh tidak sedikit,” papar Sudirman.

Baca Juga:  Kecelakaan di Hari Valentine, Lelaki Asal Jipurapah Jombang Kehilangan Istri Untuk Selamanya

Sudirman menandaskan, agar pihak manajemen PG Tjoekir segera meninjau ulang kebijakan kuota pasokan tebu. Ia berpendapat, kebijakan tersebut akan menyingkirkan atau membunuh petani kecil.

“Kalau bisa, kebijakan itu dicabut saja, sehingga petani kecil tidak termarginalkan. Dengan begitu, petani ini akan tetap bergairah menanam tebu secara maksimal,” sambung Sudirman.

Dikatakannya, dampak lain jika pihak manajemen PG Tjoekir tidak mengabulkan tuntutan tersebut, dikhawatirkan, petani setempat akan beralih memasok tebunya ke pabrik gula lain.

Jika hal itu terjadi, lanjutnya, bisa dipastikan, baik PG setempat maupun petani di wilayah yang bermitra dengan PG tersebut, akan mengalami kerugian cukup signifikan.

Baca Juga:  Hilang 5 Hari, Suami di Jombang Temukan Istrinya Membusuk di Rumah Kosong

“Kalau petani beralih, tentu PG setempat akan mengalami kerugian. Petani di wilker PG Tjoekir juga akan merugi karena jarak tempuh pengiriman. Apalagi kalau tebu itu dikirim ke PG swasta, tentunya kerugian itu juga dialami PTPN X. Mengingat, petani merupakan binaan PG yang berada di dalam naungan PTPN X,” jelasnya.

Belum lagi, lanjutnya, terkait tebu berkredit. Dimana pembiayaan budidaya tebu itu bersumber dari program kredit yang didapat petani.

“Yang pasti, dampaknya akan kompleks. Bisa dibayangkan kalau petani merugi, kemungkinan kredit macet, tentu terbuka lebar,” ujar Sudirman.

Kekhawatiran lain jika tuntutan petani tersebut tidak diluluskan, katanya, petani akan pindah haluan ke komoditas lain alias tidak menanam tebu lagi.

“Tidak ada jalan lain, pihak manajemen PG setempat harus mengabulkan tuntutan tersebut, karena dampaknya cukup serius. Sekali lagi, kami tegaskan agar pembelakuan kuota pasokan tebu, dicabut saja,” tandas Sudirman memungkasi.

Baca Juga:  Patroli di Jombang, Petugas Gabungan Dapati Pria Diduga Bawa Tembakau Sintesis

Sebelumnya diberitakan, petani tebu yang tergabung pada 8 asosiasi petani tebu, sepakat libur tebang dan menghentikan pasokan tebu ke PG Tjoekir, sampai tuntutan petani diluluskan pihak manajemen pabrik gula setempat.

Tuntutan tersebut, yakni petani tebu mendapatkan SBH (sistem bagi hasil) minimal 5,5 kilogram gula per kwintal tebu tanpa ada pemberlakuan kuota pasokan tebu.

Kesepakatan ini tercapai, dalam musyawarah 8 asosiasi petani tebu wilyah kerja (Wilker) PG Tjoekir, di halaman kantor KPTR Arta Rosan Tijari, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Kamis (21/7/2022) siang. *)

Baca sebelumnya: Dinilai Tak Berpihak, Petani Sepakat Hentikan Pasok Tebu ke PG Tjoekir Jombang

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru