Petani Turipinggir Jombang Ditemukan Meninggal, Kesetrum Jebakan Tikus

  • Bagikan
tewas kesetrum di megaluh jombang
Lokasi ditemukannya korban tergeletak dan sudah meninggal.

FaktaJombang.com – Nasib tragis dialami Slamet (55) warga Dusun Doyong, Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ia ditemukan tergeletak dan sudah tidak bernafas di area persawahan Dusun/Desa Gongseng, Kecamatan setempat.

Usut punya usut, korban meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik yang dipakai pada jebakan tikus di sawahnya. Sebelumnya, jebakan tikus beraliran listik itu dia rangkai dan setiap malam, dirinya pergi menghidupkan aki (accu).

“Korban ditemukan tergeletak dan sudah meninggal pada Rabu 21 Juli 2021 malam, sekitar pukul 21.00 WIB,” kata AKP Darmaji, Kapolsek Megaluh, Jumat (23/7/2021) pagi

Menurutnya, kondisi korban yang sudah tergeletak pertama kali ditemukan Baenok. Malam itu, dirinya berada di sekitaran tempat kejadian perkara (TKP). Panik karena tahu ada tubuh seseorang tergeletak, Baenok berteriak minta tolong.

Tak lama berselang, warga sekitar mulai berdatangan di lokasi kejadian, termasuk Kustiyah, istri korban. Segera saja, warga mencabut alat penghubung jebakan tikus dengan aki.

Namun, upaya tersebut telat. Korban diketahui sudah tidak bernafas lagi. “Kami langsung ke TKP, begitu mendapat laporan kejadian tersebut,” ujar Darmaji.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan olah TKP, petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke rumah duka dibantu warga setempat.

“Dari keterangan istri korban, suaminya berpamitan ke sawah pukul 17.00 WIB, memasang aki untuk jebatan tikus,” katanya.

Selain itu, petugas juga membongkar jebakan tikus dari kawat yang mengitari sawah tersebut. Dan membawanya beserta aki untuk dijadikan barang bukti.

“Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia akibat tersengat listrik yang mengaliri jebakan tikus,” paparnya.

Atas permintaan keluarga, lanjut Darmaji, agar korban tidak perlu divisum dan menerima kejadian tersebut merupakan petaka atau musibah.

“Setelah itu, jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Darmaji meminta agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. Selain menurutnya tidak efektif menanggulangi hama tikus, alat tersebut sangat berbahaya.

“Sekali lagi, memasang jebakan tikus beraliran listrik, sangat berbahaya. Lebih baik, petani tidak menggunakannya,” imbau Darmaji memungkasi. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *