Polisi Periksa Sopir Truk Tebu Terguling di Sembung Jombang, Diduga Ada Kelalaian

Kondisi truk muatan tebu yang terguling di jalan raya Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022) petang. Kejadian ini menyebabkan 4 orang meninggal seketika.

PERAK | FaktaJombang.com – Sopir truk tebu yang terguling di tikungan jalan raya Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mulai diperiksa polisi, Selasa (14/6/2022) malam.

Pria bernama David Afuad Habibudin (36) warga Desa/Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk tersebut, dimintai keterangan sebagai saksi terkait insiden truk bermuatan tebu yang dikemudikannya itu terguling di pinggir jalan raya Surabaya – Madiun itu.

Kapolres Jombang, AKBP Muh Nurhidayat mengatakan, dugaan sementara ada kelalaian dalam kejadian yang merenggut 4 nyawa itu.

Meski demikian, saat ini polisi masih menunggu hasil keterangan yang digali dari para saksi, termasuk sopir dan kenek truk itu.

“Pemeriksaan sopir sudah diambil teman-teman Satlantas. Progresnya, untuk penetapan tersangka dan kelalaian serta yang lain, masih kita kembangkan,” jelasnya.

Selain sopir, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan pengusaha tebu juga akan dijerat Pasal tentang kelalaian. Meski demikian, polisi belum menjelaskan lebih lanjut. Sebab sampai saat ini masih dilakukan penggalian data dan keterangan dari para saksi.

“Termasuk juga pengusaha. Tapi masih kita selidiki apakah ada kelalaian atau bahkan kesengajaan dan pembiaran ada penumpang pada kendaraan bermuatan barang ini, masih kami selidiki lebih lanjut,” bebernya.

Seperti diberitakan, truk bermuatan tebu nopol AG-9688-UW terguling di tikungan jalan raya Surabaya – Madiun, tepatnya embong (jalan) miring Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, Selasa (14/6/2022) petang.

Selain membuat tebu muatannya tumpah hingga ke sungai yang berada di pinggir jalan nasional, kejadian ini menyebabkan 4 orang meninggal seketika di lokasi kejadian. Sedangkan 4 orang lainnya mengalami luka serius.

Saat kejadian, seluruh korban tengah duduk di atas muatan tebu yang berada pada bak truk nopol AG-9688-UW itu.

Selain kelebihan muatan, polisi yang melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) menduga, kecelakaan truk bermuatan tebu terguling yang menelan 4 korban jiwa itu disebabkan konstruksi jalan yang terlalu menikung, hingga membuat keseimbangan kendaraan yang membawa beban berat tidak stabil.

“Kami informasikan terjadi laka lantas menonjol korban meninggal 4 orang. Hasil olah TKP dugaan awal kelebihan muatan dan konstruksi jalan tidak memungkinkan untuk kelayakan kendaran jalan,” kata AKBP M Nurhidayat, Kapolres Jombang, di lokasi kejadian.

Korban meninggal di antaranya Ribut (43), Abdul (56), Suwoto (53) dan Mabung (45). Semuanya merupakan warga satu dusun, yakni Dusun Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Untuk 4 penumpang lainnya, yang mengalami luka-luka yakni Suntari (49), Supingi (44), Suwarno (52) dan Suyanto (49). Semuanya merupakan warga Dusun Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan korban selamat dan tidak mengalami luka, di antaranya sopir truk yakni David Afuad Habibudin (36) warga Desa/Kecamatan Ngronggot, Nganjuk, serta kenek truk bernama Juwari (39) warga Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron Nganjuk.

Polisi kini masih memintai keterangan para saksi dan mengevakuasi bangkai truk ke kantor Satlantas Polres Jombang. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.