PPKM Darurat, Penjual Roti Bakar di Ploso Jombang; “Merosot Tajam, Tapi Gimana Lagi”

  • Bagikan
penjual roti bakar di ploso jombang
Ferry Cahyanto, sedang menyajikan roti bakar pesanan pembeli.

FaktaJombang.com – Masa PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, sejak 03 Juli hingga 20 Juli dan diperpanjang sampai 25 Juli 2021 besok, sangat berdampak bagi pelaku usaha. Terutama pedagang kecil, PKL (pedagang kaki lima), pedagang lesehan yang biasanya membuka lapaknya mulai sore hari.

Seperti diungkapkan Ferry Cahyanto, salah satu PKL yang mangkal di pinggir Jalan Raya Ploso, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/7/2021). Menurutnya, semasa PPKM Darurat, hasil jualan roti bakarnya merosot cukup drastis.

Selain dibelakukannya pembatasan durasi berjualan, menurut Ferry, penurunan pendapatan dari jualannya, juga dipengaruhi oleh penurunan jumlah konsumen alias pembeli. Salah satunya, efek dari penyekatan jalan dan imbauan ‘di rumah saja’.

Sebelum aturan itu berlaku, Fery mengatakan menutup lapaknya pukul 23.00 WIB. Praktis, sekitar pukul 23.30 WIB, ia sudah berada di rumahnya usai menitipkan gerobak dan bersih-bersih lokasi jualannya.

“Sejak PPKM Darurat, kami harus tutup pukul 20.00 WIB. Mau gimana lagi. Kalau buka, selama ini pukul 17.00 WIB,” ujar Fery.

Meski hanya tiga jam-an berjualan, ia mengaku tidak bisa menolak aturan tersebut dan harus menaatinya. Meski di hari pertama diberlakukannya PPKM Darurat lalu, roti dagangannya masih banyak tersisa. Di hari-hari berikutnya, dirinya mengurangi stok yang biasa dia siapkan.

“Kalau sebelum PPKM Darurat ini, kami bisa menjual sebanyak 40 sampai 50 porsi roti bakar dengan omzet Rp 350 ribu-an. Dan saat PPKM Darurat, hanya 8 hingga 12 porsi,” urainya.

Dengan hanya laku jual belasan roti bakar, Ferry mengaku belum bisa balik modal. Sebab, pendapatan selama masa PPKM Darurat, tidak lebih dari Rp 100 ribu.

“Ya terpaksa memutar otak. Mengurangi kulakan roti, agar juga bisa menyisihkan untuk kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Fery berharap, pemerintah bisa memberikan solusi terhadap warga terdampak PPKM Darurat, terutama orang yang berprofesi seperti dirinya. Mengingat, dirinya tidak bisa mengganti jam berjualan.

“Jualan roti bakar itu kan cocoknya sore sampai malam. Nggak cocok kalau pagi. Kami harapkan pemerintah peduli pada warga seperti kami ini,” paparnya.

Disinggung bagaimana kalau masa PPKM Darurat diperpanjang lagi, “Kurang setuju kalau itu. Masak nggak kasihan seperti kami-kami ini. Tapi kalau aturan itu diperpanjang lagi, ya mau bagaimana lagi,” jawabnya. *)

Penulis: Dandy AnggaEditor: Arief Anas
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *