Premanisme Paling Menonjol di Jombang Selain Miras dan Narkoba, Ini Pemicunya

- Redaksi

Selasa, 6 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho didampingi Wakapolres dan sejumlah Kasat, saat pers rilis hasil ungkap kasus dalam Operasi pekat selama 12 hari, Selasa (6/4/2021).

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho didampingi Wakapolres dan sejumlah Kasat, saat pers rilis hasil ungkap kasus dalam Operasi pekat selama 12 hari, Selasa (6/4/2021).

FaktaJombang.com – Aksi premanisme merupakan kasus paling menonjol yang diungkap Polres Jombang, Jawa Timur, dalam Operasi Pekat (penyakit masyarakat) jelang Ramadan 1442 Hijriyah selama 12 hari, mulai 22 Maret 2021 hingga 2 April 2021. Yakni sebanyak 75 kasus dengan 88 tersangka.

Disusul kasus peredaran minuman keras (Miras). Pada perkara ini, Polres Jombang berhasil mengungkap 44 kasus dengan 46 tersangka. Kemudian, peredaran Narkoba yakni sebanyak 26 kasus dengan 29 tersangka.

Baca Juga:  IRT di Jombang Nekat Jadi Pengedar Sabu-sabu, Ngaku Dikirm Suami Sirinya

“Selama 12 hari operasi pekat jelang Ramadan ini, total ada 187 tersangka dari 161 kasus kriminal yang berhasil kita ungkap. Paling menonjol yaitu aksi premanisme, peredaran miras dan narkoba,” papar AKBP Agung Setyo Nugroho, Kapolres Jombang dalam pers rilis, Selasa (6/4/2021) siang.

Selain itu, Polres Jombang mengungkap 11 kasus perjudian dengan 19 tersangka. Juga 2 kasus prostitusi dengan 2 tersangka, dan street crime atau kejahatan jalanan sebanyak 1 kasus dengan 3 tersangka.

Baca Juga:  Operasi Patuh Semeru 2024 di Jombang Sasar Pelajar SMP

Adapun barang bukti yang diamankan, lanjut Agung Setyo Nugroho, di antaranya 504 liter Miras, 4.827 pil dobel L dan 18,19 gram sabu-sabu,

“Untuk barang bukti kasus perjudian, berupa uang tunai Rp 243 ribu, 1 unit handphone, 8 lembar rekapan, 1 pulpen, 1 buku tabungan, 1 ATM. Sedangkan kasus kejahatan jalanan, barang bukti berupa 6 buah baterai tower dan 1 unit mobil Calya,” rincinya.

Baca Juga:  Meski Sudah PPKM Level 1, Sekolah Tatap Muka di Jombang Tetap Dimulai Januari 2022

Agung Setyo Nugroho menyampaikan, pemicu meningkatkan aksi premanisme di Kota Santri, diduga akibat meningkatnya angka pengangguran, sebagai efek domino pendemi Corona Virus Disease (Covid-19).

“Akan kita sampai ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jombang). Mungkin nantinya ada solusi sehingga aksi premanisme di Jombang semakin menurun,” pungkasnya. *)

Berita Terkait

Kejinya Suami Siri: Habisi Nyawa Penjual Kopi Mojoagung Jombang, Diringkus di Lampung
Kamar Kos Jam-jaman Untuk Mesum di Jombang Digerebek, Tiga Pria Diamankan
Tekan Peredaran Miras, Kapolres Jombang: Jika Anggota Terlibat Bakal Disanksi Tegas
Setubuhi Bocah Bawah Umur, Dua Pemuda di Jombang Dijebloskan Sel Tahanan
Waduh, Pasutri di Jombang Modifikasi Mobil Dipakai Kulakan BBM Bersubsidi
Kawanan Rampok Minimarket di Jombang Diringkus, Satu Pelaku Didor Polisi
Perangkat Desa di Jombang Ditangkap Perkara Kayu Jati, Ngakunya Punya Izin
Bapak di Jombang Setubuhi Anak Tirinya Berkali-kali, Aksi Terakhirnya Ketika Istrinya Tarawih
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 November 2025 - 10:23 WIB

Kejinya Suami Siri: Habisi Nyawa Penjual Kopi Mojoagung Jombang, Diringkus di Lampung

Minggu, 9 Maret 2025 - 22:31 WIB

Kamar Kos Jam-jaman Untuk Mesum di Jombang Digerebek, Tiga Pria Diamankan

Senin, 17 Februari 2025 - 18:52 WIB

Tekan Peredaran Miras, Kapolres Jombang: Jika Anggota Terlibat Bakal Disanksi Tegas

Minggu, 16 Februari 2025 - 12:14 WIB

Setubuhi Bocah Bawah Umur, Dua Pemuda di Jombang Dijebloskan Sel Tahanan

Sabtu, 16 November 2024 - 00:33 WIB

Waduh, Pasutri di Jombang Modifikasi Mobil Dipakai Kulakan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru