Pria Tua Asal Kepuhkajang Ditemukan Mengapung di Sungai Turipinggir Jombang

  • Bagikan
Penemuan mayat di sungai Turipinggir Megaluh Jombang
Jenazah korban saat dipinggirkan, sesaat sebelum diangkat ke daratan, kawasan Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Rabu (8/9/2021).

FaktaJombang.com – Teriakan minta tolong Syaifulloh (25) seorang buruh tani asal Dusun Semelo, Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Rabu (8/9/2021) pagi, mendadak menghebohkan warga Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Syaifulloh minta tolong ke warga sekitar, lantaran dirinya melihat sesosok tubuh mengapung di pinggir anak sungai Brantas di Desa Turipinggir.

Sejurus kemudian, area lokasi penemuan sosok tubuh yang diketahui berjenis kelamin pria berusia tua tersebut dipadati warga. Sejumlah warga setempat, kemudian mengevakuasi korban, mengangkatnya ke daratan.

Selang beberapa waktu, perangkat desa dan Polsek Megaluh bersama tim Inafis Polres Jombang juga tiba di lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selanjutnya, korban dilarikan ke Kamar Jenazah RSUD Jombang.

“Korban ditemukan hanyut di aliran anak Brantas Desa Turipinggir, tadi sekitar pukul 07.45 WIB. Saat dievakuasi, korban sudah meninggal dunia,” kata AKP Darmaji, Kapolsek Megaluh, Rabu (8/9/2021).

Dari identifikasi, lanjutnya, korban diketahui bernama Kamidi (63) warga Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

“Kami langsung berkoordinasi dengan perangkat desa Kepuhkajang untuk memberitahukan ke keluarganya,” sambungnya.

Begitu berada di kamar jenazah RSUD Jombang, pihak keluarga membenarkan jika korban merupakan anggota keluarganya. Dari kejadian itu, pihak keluarga menerima hal tersebut sebagai musibah.

Sebab itu, keluarga meminta jenazah korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani/ pekebuh itu, dibawa ke rumah duka agar segera dimakamkan.

“Kalau hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban,” ucap Darmaji.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, tambah Darmaji, korban memang mengalami gangguan ingatan atau pikun karena faktor usia. Dari situ dimungkinkan, korban sebelumnya pergi dari rumah namun tidak bisa pulang, lantaran sudah pikun.

“Untuk barang bukti, kami tidak melakukan penyitaan. Jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarga agar bias segera dimakamkan,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *