Puluhan Perempuan Muda di Diwek Jombang Dilatih Rias Make Up Artis

  • Bagikan
Peserta dan talen, pelatih (tutor), inisiator Junita Erma Zakiyah, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja Disnaker Jombang, serta pengurus PAC Fatayat NU Kecamatan Diwek.

DIWEK | FaktaJombang.com – Puluhan perempuan muda, kader PAC Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dilatih merias ala artis.

Tak tanggung-tanggung, pelatihan bertajuk “Tata Rias Junior Make Up Artis” ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai Senin 4 Juli hingga Kamis 7 Juli 2022, di gedung pertemuan MI Perguruan Mu’alimat, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

Pelatihan ini diinisiasi Junita Erma Zakiyah, Anggota DPRD Jombang, menggandeng PAC Fatayat Diwek dan Dinas Tenaga Kerja Jombang. Semetnara pelatihnya, didatangkan langsung perias senior berpengalaman dari LKP Griya Paes Gandes Luwes yang berlokasi di Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang.

Selama pelatihan, peserta diberi sejumlah materi terkait dunia rias. Di antaranya, tutorial make up komplit, tutorial tata rambut termasuk sanggul modern dan jilbab serta fahion yang sedang tren. Setelah materi, peserta langsung mempraktikkan pada talen yang disiapkan untuk masing-masing peserta.

Tak hanya itu, pada hari terakhir pelatihan, seluruh peserta melakoni serangkaian ujian. Hasil tata rias pada talen berikut fashionnya, diuji lewat fashion show atau peragaan busana.

Inisiator kegiatan, Junita Erma Zakiyah mengatakan, pelatihan Rias Junior Make Up Artis ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian kaum perempuan. Salah satunya, meningkatkan keterampilan rias yang dimiliki atau belum tahu sama sekali di dunia tata rias.

“Tentunya, dengan memiliki keahlian seperti merias ini, kami ingin perempuan bisa lebh mandiri,” kata ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Jombang ini ke FaktaJombang.com, Kamis (7/7/2022).

Junita Erma Zakiyah, Anggota DPRD Jombang, inisiator pelatihan Tata Rias Junior Make Up Artis, yang digelar di Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang.

Menurutnya, pelatihan ini diikuti sebanyak 40 orang, yang merupakan perwakilan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Diwek. Selain itu, lanjutnya, disiapkan 40 talen sebagai praktik riasnya.

“Tiap ranting Fatayat merekomendasi 2 kadernya mengikuti pelatihan rias ini. Jadi pas 40 peserta dari 20 desa se-Kecamatan Diwek,” rinci Mbak Junita, sapaan akrabnya.

Pihaknya meyakini, empat hari ditempa materi plus praktik tata rias, seluruh peserta tersebut sudah bisa terjun di dunia tata rias secara praktis dan laik jual.

“Kalau dilihat dari hasilnya, sudah layak bisa terjun di dunia tata rias. Minimal, menjadi asisten perias berpengalaman untuk menambah jam terbang. Dengan begitu, mereka sudah bisa menghasilkan pundi-pundi keuangan,” papar perempuan yang juga ketua Karang Taruna Kabupaten Jombang ini.

Mbak Junita menandaskan, perempuan mandiri itu bukan berarti berpotensi memiliki kewenangan tertinggi, khususnya bagi mereka yang sudah berkeluarga. Justru, kemandirian tersebut menjadi penopang keluarganya.

“Bisa menghasilkan, bukan lantas kewenangan istri di atas suami ya. Kami tegaskan, jika keahlian tata rias ini sudah menghasilkan, untuk membantu ekonomi keluarga,” pesannya.

Dia juga berpesan, agar seluruh peserta tidak berhenti mengasah keterampilan yang sudah didapat dari pelatihan ini. Harapannya, agar hasil tata riasnya menjadi profesional dan diminati khalayak luas.

“Pelatihan ini hanya modal awal. Harus terus diasah sampai menjadi perias ala artis profesional,” pungkas Anggota DPRD Jombang ini.

Tata Rias Junior MUA, Program Singkat Laik Jual

Sementara Gandes Yuliati Swarsaningsih, tutor pelatihan ini mengatakan, Junior Make Up Artis (MUA) ini diakuinya menjadi tren, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak pelatihan tentang MUA.

Pihaknya juga mengapreasiasi adanya pelatihan Junior MUA ini. Mengingat, hal ini mampu menambah skil atau kemampuan seorang peserta dan bisa menghasilkan pendapatan ekonomi.

“Nah, di sini memakai istilah Junior MUA, yaitu sebuah program singkat yang layak jual,” kata perempuan yang akrab disapa Gandes ini.

Gandes Yuliati Swarsaningsih, tutor sekaligus pimpinan LKP Griya Paes Gandes Luwes.

Menurutnya, pelatihan MUA ini berbeda dengan pelatihan rias pengantin. Pembedanya, hanya pada durasi pelatihan. Juga pada budget peralatan yang cukup tinggi untuk rias pengantin.

“Ibaratnya kurikulum, junior MUA ini merupakan level 1. Masih perlu waktu untuk menjadi senior,” ulasnya.

Gandes Yuliati menuturkan, seluruh peserta diberi materi tata rias MUA komplit selama 3 hari serta praktik yang berkaitan dengan masing-masing materi. Kemudian, 1 hari lagi digunakan untuk ujian dan penilaian.

Pihaknya mengakui, pelatihan kali ini masih tergolong berdurasi singkat. Meski demikian, Gandes juha mengakui perkembangan skill atau keterampilan peserta selama pelatihan MUA ini, cukup pesat. Pihaknya juga meyakini, output pelatihan ini sudah bisa terjun di dunia tata rias.

“Ya, peserta pelatihan ini sudah layak menjadi asisten perias pengantin. Bahkan, mereka sudah layak terjun ke rias wisuda dan karnaval. Dengan membawa satu beauty case kecil saja, mereka sudah bisa menjual keterampilan riasnya,” ucap Gandes.

Sedangkan untuk penilaian pada ujian di hari terakhir, cukup beragam. Mulai dari rias hingga fashion, yang kemudian ditampilkan pada fashion show.

“Penilaian pada ujian di hari terakhir, terdiri dari kehalusan dari foundation, make up, rias mata, bentuk alis, aplikasi blush on dan aplikasi bibir, dan itu harus disesuaikan dengan hijab atau yang tidak berhijab atau rambut,” jelasnya.

Dia juga berpesan, peserta pelatihan ini bisa menjadi perias profesional. Sebab itu, agar para peserta terus menambah skil yang didapat saat ini. “Saya harapkan bisa les rias pengantin, profesi ini cukup menjanjikan lho,” pungkas Gandes Yuliati.

Rias Junior MUA, Upaya Menyiapkan Tenaga Kerja Terampil dan Kompeten

Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Nikmatus Sholihah, menyambut baik pelatihan Junior MUA ini, karena berkaitan erat dengan pelatihan kerja yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi calon tenaga kerja.

“Kegiatan ini sangat membantu untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha,” ujarnya.

Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Nikmatus Sholihah

Menurutnya, peserta pelatihan ini sudah bisa menindaklajutinya ke Bidang Penempatan Kerja pada Disnaker Jombang. Sebab, ini akan memudahkan pelaku usaha di Jombang yang membutuhkan skil peserta pelatihan ini.

“Bidang tersebut yang memiliki list pelaku usaha atau perusahaan yang membutuhkan skil atau keterampilan. Suatu saat jika pelaku usaha itu butuh, Bidang tersebut dengan mudah menghubungi,” ujarnya.

Pihaknya menilai, para peserta sudah mumpuni dalam tata rias. Hal ini dibuktikan dengan hasil cukup luar biasa saat ujian praktik di hari terakhir.

“Dengan ini, peserta bisa memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan ini, baik bekerja secara mandiri maupun formal. Sehingga ilmunya bermanfaat untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif,” pesan Nikmah, sapaan akrabnya.

Nikmatus Sholihah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pelatihan Junior MUA ini.

“Juga kepada pelaksana, mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lebih lama, lebih baik dalam rangka menyiapkan tenaga kerja yang kompeten,” pungkasnya.

Peserta: “Awalnya Nggak Tahu Apa-apa, Sekarang Sudah Bisa Make Up”

Sedangkan salah satu peserta pelatihan, Santi Novitasari mengaku, sempat grogi mengikuti pelatihan Junior MUA ini. Meski perempuan, dirinya mengaku tidak mengenal lebih detail peralatan make up.

Ketidaktahuannya di dunia tata rias, Santi juga mengatakan, jika kesehariannya sebagai ibu rumah tangga (IRT). Dia pun mengaku tidak sempat terlintas dibenaknya, memiliki skil tata rias. Mengingat, Santi juga disibukkan berjualan pentol, membantu kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Saya jadi perwakilan di pelatihan ini, awalnya nggak tahu apa-apa. Karena saya sehari-hari ibu rumah tangga dan jualan pentol. Awalnya, sempat bingung menghafal peralatan make up,” paparnya.

Santi Novitasari, salah satu peserta pelatiha Junior MUA dan talen hasil riasnya.

Meski mulai dari titik nol, Santi mengatakan terus berusaha mengenali dan menghafal peralatan make up serta istilah tata rias, sepert blush on dan foundation dan lainnya.

“Bahkan, shading make up itu tahu dari pelatihan ini. Saya pikir, itu sama dengan sliding. Ternyata…,” aku Santi, seraya ketawa.

Empat hari dilatih di Junior MUA, Santi menuturkan, banyak ilmu baru yang telah dia dapat. Dia pun berkomitmen akan terus mengasah keterampilan barunya itu, agar bisa menjadi perias profesional.

“Bagi saya, awalnya ini memang baru. Dan Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa make up ala artis. Ini hasil rias saya, saya yakin, layak jual,” ujarnya seraya menunjukkan hasil riasnya pada talennya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PAC Fatayat Kecamatan Diwek yang telah mempercayainya menjadi peserta, juga para pelatih dan pihak lain yang mensukseskan pelatihan ini.

“Terutama kepada inisiator kegiatan ini, Junita Erma Zakiyah, saya terima kasih sekali. Karena saat ini saya memiliki keterampulan lain yang nantinya bisa membantu ekonomi keluarga kecil saya,” pungkas perempuan yang tinggal di Desa Watugaluh ini.

Salah satu talen Rias Junior MUA saat fashion show atau peragaan busana, di hari keempat pelatihan.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *