Puluhan Rumah di Budugsidorejo Jombang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

  • Bagikan
puting beliung budugsidorejo sumobito jombang
Warga sedang gotong-royong membersihkan puing-puing yang terdampak bencana hujan disertai angin kencang di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Puluhan rumah di Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, rusak akibat dihantam puting beliung, Senin (8/11/2021).

Saat ini, warga tengah gotong-royong memperbaiki rumah yang terdampak bencana hujan disertai angin kencang itu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri merinci, ada 20 rumah yang kondisinya mengalami kerusakan. Di antaranya, 919 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang.

Dia menuturkan, puting beliung ini terjadi pada Minggu, 7 November 2021 siang. Saat itu, hujan cukup deras melanda wilayah setempat. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba angin kencang mendadak datang dan berputar-putar selama beberapa menit hingga memporak-porandakan sebagian atap rumah warga.

“Ada 20 rumah yang mengalami kerusakan. Semalam kita sudah menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Kerusakan rumah tersebut akibat diterjang angin kencang,” katanya.

Usai kejadian, warga langsung melakukan pembersihan, juga melaporkan kejadian tersebut ke Kecamatan dan diteruskan ke BPBD Jombang. Meski tak ada korban jiwa, namun beberapa pohon juga dilaporkan tumbang.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan yang dilaporkan,” tandasnya.

Syamsul Bahri mengungkapkan, angin puting beliung merupakan salah satu ancaman bencana yang ada di Jombang. Selain Sumobito, terdapat sejumlah kecamatan yang secara historis merupakan wilayah yang pernah terkena angin puting beliung.

Di antaranya, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Perak, Diwek, Kecamatan Ngoro, serta Kecamatan Tembelang.

“Saat ini sudah memasuki musim hujan. Kami mengimbau agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Karena curah hujan saat ini lebih tinggi atau fenomena La Nina,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *