Puluhan Warga Jombang Dilatih Bikin Aksesoris Kalung Suspeso di Jatirejo

- Redaksi

Kamis, 16 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ike Norawati (38), pemateri sekaligus tutor pelatihan, menunjukkan sejumlah bahan yang akan dibuat aksesoris kalung suspeso, Kamis (16/9/2021).

Ike Norawati (38), pemateri sekaligus tutor pelatihan, menunjukkan sejumlah bahan yang akan dibuat aksesoris kalung suspeso, Kamis (16/9/2021).

FaktaJombang.com – Puluhan warga di Kota Santri, dilatih membuat produk kerajinan tangan atau handmade bernilai jual tinggi, di balai desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (16/9/2021).

Ike Norawati (38), pemateri sekaligus tutor pelatihan aksesoris ini mengatakan, pelatihan ini yakni berupa pembuatan aksesoris kalung Suspeso dari kain perca motif batik yang diikuti 30 peserta dari berbagai desa di Kabupaten Jombang.

Pelatihan ini, lanjutnya, merupakan kegiatan kedua setelah pelatihan kerajinan anyaman sintesis di Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, yang digelar Rabu (15/9/2021) kemarin.

“Nama kegiatan ini adalah Sinando atau Sinau Nang nDeso. Penyelenggaranya yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Kalau yang di Krembangan kemarin juga diikuti 30 peserta,” katanya.

Ike menjelaskan, suspeso merupakan teknik menempelkan kain perca batik pada mika. Kemudian diembos atau dipanaskan serta dibentuk sebagus mungkin.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit di Tingkat Petani Jombang, Anjlok

Dipilihnya kain perca, lanjut Ike, karena bagi sebagian orang, perca merupakan sesuatu yang dianggap tidak berguna. Namun, berbeda jika mendapat sentuhan kreativitas, tentunya akan diminati banyak orang, terutama kaum hawa.

“Kain perca atau pipihan batik itu sebelumnya kita kumpulkan dan para pejahit. Nah, pembentukannya itu dikombinasikan dengan bahan-bahan yang ada untuk aksesoris wanita,” katanya.

Menariknya, lanjutnya, motif suspeso tampak timbul. Hanya saja, cara membuatnya cukup ribet dan membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Teknik suspeso harus memotong motif kecil-kecil, ditempel dengan print film, digunting, kemudian diemboss dan dibentuk agar tampak timbul, baru kemudian disusun.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta sudah bisa membuat kalung dengan teknik suspeso. Apalagi di masa pandemi ini, tentu menjadi peluang bagus untuk menambah income keluarga,” ujar perempuan asal Desa/ Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini.

Ia pun mengatakan, tidak berhenti hanya sebatas pelatihan kali ini saja. Pihaknya juga akan melatih lebih detail kepada peserta yang ikut pelatihan kali ini.

Baca Juga:  Jumat Legi Barokah, SMK Sultan Agung 1 Jombang Berbagi ke Kaum Duafa

“Kita latih sampai mahir. Sudah kami siapkan pelatihan lanjutan di rumah. Termasuk pemasarannya,” ungkap Ike.

Menurut Ike, modal untuk bahan aksesoris kalung suspeso ini tidak lebih dari Rp 25 ribu per item. “Jika jadi dengan hasil sangat rajin, bisa laku jual Rp 100 ribu,” pungkasnya.

Proses praktik menggunting kain perca motif batik.

Sementara Nurul Fitria (35) salah satu peserta asal Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang mengaku senang mengikuti pelatihan ini. Disamping menambah pengetahuan, dia mengatakan pelatihan sangat bermanfaat, untuk memompa kreativitas yang mampu menambah pendapatan keluarga.

Dia juga mengaku mengalami kesulitan pada awal dimulai praktik membuat kalung suspeso. Karena diakuinya cukup ribet. Namun, kesulitan yang dialaminya itu tidak berlangsung lama.

“Seperti mengguntingnya yang harus telaten. Tapi, lama-lama sudah bisa kami atasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tabrakan Beruntun di Puton Jombang, Dua Pemotor Terluka

Nurul juga bermaksud untuk serius latihan membuat kalung suspeso hingga mahir. Karena dia menilai produk aksesoris tersebut memiliki nilai jual dengan modal yang minim. “Ini peluang di masa pandemi. Hasil kreasi ini bisa dijual untuk pemasukan keluarga,” pungkasnya.

Sedangkan Sekretaris Desa (Sekdes) Jatirejo, Gunawan Heri Prasetyo (46) mengatakan, pelatihan yang dihelat DPMD Provinsi Jatim ini, memang sangat diharapkan. Karena bisa membantu warga memiliki usaha kreatif, di saat beberapa usaha terkena dampak pandemi Covid-19.

Dia berharap, pelatihan ini tidak hanya sekedar pelatihan saja. Namun, juga pada pemasaraannya. Pihaknya meyakini, pemasaran adalah bagian terpenting karena akan mampu mendulang dan meningkatkan perekonomian warga, terutama di Desa Jatirejo.

“Ada tujuh warga Desa Jatirejo yang ikut dalam pelatihan kali ini. Kami harapkan nantinya juga dibantu soal pemasarannya, agar bisa menjadi usaha andalan warga sini,” ungkap Gunawan. *)

Kerajinan tangan kalung suspeso yang sudah jadi dan siap dipasarkan.

Berita Terkait

APPSI Jombang Gelar Gebyar Ramadan di Pasar Ngrawan, Beragam Menu Buka Puasa Sekaligus Ngabuburit
Resmikan Gedung J6 Project, Bupati Jombang Doakan Cheil Jedang Indonesia Makin Berkibar
Keren, 112 Pelaku Usaha Mikro Kecil di Jombang Terima Sertifikat Halal
Karang Taruna Jombang Dampingi UMKM Peroleh Sertifikat Halal
Kopi Excelsa Wonosalam Jombang Diekspor ke Malaysia, Perdana 12 Ton
Ada Hotel Kucing di Jombang, Solusi Saat Hewan Piaraan Ditinggal Mudik
Sempat Mandek Akibat Pandemi, Perajin Lampion Lebaran di Jombang Banjir Pesanan
Harga Telur di Jombang Naik Rp 2 Ribu, Peternak Tak Untung, Kok Bisa?

Berita Terkait

Kamis, 27 Februari 2025 - 20:18 WIB

APPSI Jombang Gelar Gebyar Ramadan di Pasar Ngrawan, Beragam Menu Buka Puasa Sekaligus Ngabuburit

Rabu, 21 Desember 2022 - 20:34 WIB

Resmikan Gedung J6 Project, Bupati Jombang Doakan Cheil Jedang Indonesia Makin Berkibar

Selasa, 18 Oktober 2022 - 08:48 WIB

Keren, 112 Pelaku Usaha Mikro Kecil di Jombang Terima Sertifikat Halal

Jumat, 2 September 2022 - 09:02 WIB

Karang Taruna Jombang Dampingi UMKM Peroleh Sertifikat Halal

Selasa, 10 Mei 2022 - 18:33 WIB

Kopi Excelsa Wonosalam Jombang Diekspor ke Malaysia, Perdana 12 Ton

Berita Terbaru