Sawah Diuruk Diduga Tanpa Izin Terjadi Lagi, Kini di Jarak Kulon Jombang

  • Bagikan
sawah diuruk di jarak kulon jogoroto jombang
Lokasi alihfungsi lahan sawah di Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Tampak satu bulldozer sedang beraktiviyas meratakan tanah uruk.

FaktaJombang.com – Area persawahan diuruk alias alihfungsi lahan kembali terjadi di Kabupaten Jombang. Jika sebelumnya terjadi di Jalan Melati Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, kini juga terjadi di sisi utara Jalan Raya Jogoroto – Menganto, tepatnya Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Hanya saja, sumber FaktaJombang.com belum mengetahui secara pasti, sawah yang diuruk tersebut bakal dialihfungsi menjadi apa. Sumber hanya menduga, alifungsi lahan tersebut diduga dipakai kavling.

“Informasi yang saya terima, bakal dikavling,” katanya, Senin (19/4/2021).

Ia juga mengaku tidak tahu, apakah pihak pengembang sudah mengantongi izin terkait alihfungsi lahan tersebut atau belum.

“Kalau soal apakah sudah ada izinnya atau belum, saya nggak tahu. Ya kan hanya warga biasa,” singkatnya.

Namun, ia juga menduga jika pihak pengembang belum melakukan proses perizinan apapun terkait alihfungsi lahan tersebut.

“Malah saya yakni banget kalau pihak pengembang belum memproses izinnya. Untuk luasnya, sekitar satu hektar-an,” jawabnya.

Dia juga mengaku keheranan, tidak ada tindakan tegas dari petugas dinas terkait. Pasalnya, hingga aktivitas pengurukan hampir selesai, tidak ada petugas dari dinas terkait satu pun yang turun ke lokasi.

“Ya aneh saja. Pengurukannya sudah hampir selesai. Sudah sekitar 80 persen. Dan sampai sekarang, nggak ada tindakan apa-apa dari dinas terkait,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, Senin (19/4/2021) pukul 12.03 WIB, aktivitas pengurukan lahan sawah tersebut sudah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen. Di area pengurukan, sudah dibangun tembok penahan berbahan batu kumbung, setinggi sekitar dua meter-an.

Praktis, tinggi urukan sejajar dengan tinggi jalan raya jurusan Jogoroto – Menganto. Hanya saja, di bagian barat, berbatasan dengan sungai, pembangunan tembok penahan masih dalam tahap pengerjaan.

Tembok penahan dibangun dengan bentuk U tersebut, dimaksudkan sebagai batas luas area alihfungsi lahan diduga menjadi kavlingan.

Tampak di lokasi, satu alat berat berupa bulldozer sedang beraktivitas meratakan tanah uruk yang didatangkan dengan sejumlah dump truk. Sekitar 3 hingga 5 dump truk secara bergiliran beradatangan di lokasi alihfungsi lahan yang berdekatan dengan lapangan desa setempat. *)

Baca lainnya: Alihfungsi Sawah di Pesantren Jombang, Anggota Dewan Sayangkan Satpol PP Tak Bertindak

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *