Segarnya Es Dawet Ayu Khas Banjarnegara, Bisa Dinikmati di Plandaan Jombang

Es dawet ayu di Kedai Mbak Mery, di Dusun Padangan, Desa Plandaan, Kabupaten Jombang

FaktaJombang.com – Siapa yang tidak kenal dengan Dawet Ayu. Minuman khas Banjarnegara Jawa Tengah ini pernah dinobatkan sebagai minuman tradisional terfavorit di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Bagi warga Kabupaten Jombang yang ingin menikmati segarnya Es Dawet Ayu, tak perlu jauh-jauh ke Banjarnegara. Minuman yang juga disebut es cendol ini juga ada di Dusun Padangan, Desa Plandaan, Kabupaten Jombang. Tepatnya, di kedai Mbak Mery.

Untuk komposisinya, sama. Di antaranya dawet atau cendol warna hijau, kuah santan, sirop gula Jawa atau gula merah, toping buah nangka. Untuk menambah kesegaran sekaligus pereda haus, ditambahkan es batu.

“Agar rasa es dawet ayu ini lebih legit, memakai santan yang kental,” kata Mery pada FaktaJombang.com, Minggu (31/10/2021) pukul 10.30 WIB.

Mery mengatakan, berjualan es dawet ayu khas Banjarnegara ini belum lama. Yakni sejak 8 bulan lalu atau masih dalam masa pandemi Covid-19. Ia memilih berjualan es dawet ayu, untuk membantu perekonomian keluarga.

“Dari pada nganggur waktu itu, akhirnya kami membuka warung es dawet ini,” katanya.

Pelan tapi pasti, es dawet-nya cukup banyak penggemar. Apalagi, saat cuaca panas yang mendera Kabupaten Jombang, khususnya di wilayah Desa Plandaan dan sekitarnya. Es dawet ayu bikinan Mery ini laris manis.

Beberapa bulan belakangan, Mery menuturkan sudah memiliki pelanggan yang biasanya mampir pada akhir pekan. Dan kini, pemasukan atau omzet per hari mencapai Rp 300 ribu.

“Kalau ramai bisa dapat Rp 400 ribu. Biasanya akhir pekan, ramai,” jawabnya.

Soal harga, pengunjung tidak perlu khawatir. Satu gelas es dawet ayu di kedai Mbak Mery ini hanya dihargai Rp 2.500 saja. Kalau kedai ini, saban hari buka pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah, harga segitu, kami sudah untung. Meski sedikit yang penting banyak pengunjung yang menikmati es dawet ayu ini,” tutur Mery.

Mery berharap, minuman dawet tetap bisa digemari semua warga meski saat ini banyak dijumpai minuman modern. “Harapannya, minuman dawet yang merupakan khas Banjarnegara ini bisa tetap ada dan disukai pembeli. Karena sekarang banyak minuman modern,” pungkasnya.

Sementara Offiliyah (29), salah satu pengunjung asal Kecamatan Ploso, Jombang mengatakan, hampir setiap hari minggu, dirinya mampir menikmati es dawet ayu bikinan Mbak Mery. Ia menikmati es dawet seraya bersantai melepas lelah usai olahraga bersepeda angin.

Ia bersepeda ontel bersama sejumlah rekannya tiap akhir pekan. Rutenya, kata dia, biasanya finish di Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Sepulang dari sana, lanjutnya, dipastikan mampir ke es dawet ayu di kedai Mbak Mery.

“Hampir setiap minggu kalau olahraga bersepeda lewat sini pasti mampir di kedai es dawet ayu. Sambil melepas lelah. Selain segar, harganya juga murah lho, cuma Rp 2.500,” ujar Offiliyah. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.