Sejak Agustus 2021, Jumlah Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Turun Signifikan

  • Bagikan
Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran
Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran

FaktaJombang.com – Jumlah pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menurun cukup signifikan. Penurunan terjadi mulai minggu kedua Agustus 2021.

Angka penurunan terjadi, terpantau dari ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit milik Pemkab Jombang tersebut. Dari jumlah 292 tempat tidur yang disiapkan, kini hanya terisi 26 persen saja.

“Alhamdulillah, sejak minggu kedua Agustus 2021 sampai hari ini terus melandai. BOR untuk pelayanan Covid-19 hanya sekitar 26 persen. Dari total 292 bed, hanya terisi 60 pasien saja,” kata dr Puji Umbaran, Direktur RSUD Jombang, Jumat (3/9/2021).

Dijelaskannya, penurunan jumlah pasien Covid-19 di Jombang, termasuk sangat tinggi sekali. Bulan Juli 2021 lalu, RSUD Jombang menyediakan 312 bed.

“Waktu itu, bed terisi hampir 100 persen. Sedangkan pasien Covid-19 di IGD (Instalasi Gawat Darurat) Khusus mencapai 40-45 pasien,” ujarnya.

Nah, mulai pertengahan Agustus 2021, lanjutnya, pasien Covid-19 di RSUD Jombang terus menurun hingga hari ini. Sementara pasien baru Covid-19 yang dating di IGD hanya sekitar 10 persen atau sebanyak 5 hingga 6 pasien saja.

“Sejumlah pasien yang datang itu pun segera kami pindahkan ke ruangan yang kami sediakan,” paparnya.

dr Puji Umbaran menjelaskan, pemicu turunnya jumlah pasien Covid-19 di antaranya, upaya pemerintah dalam menggalakkan vaksinasi dan masyarakat Jombang menerima vaksinasi dengan antusias.

Pemicu lainnya, kata dr Puji, adanya kekebalan tubuh secara alamiah pada setiap individu. “Kedua hal tersebut memberikan dampak besar terkait dengan penurunan kasus Covid-19 maupun potensi penularanan baru,” ujar dr Puji Umbaran.

Penurunan serta semakin melandainya kasus Covid-19 di Jombang, pihak RSUD Jombang juga menginstruksikan kepada tim Covid-19 untuk membongkar tenda darurat, karena sudah tidak diperlukan.

Meski begitu, pelayanan pasien di IDG tetap terpisah, antara pelayanan IGD khusus pasien Covid-19 dengan pasien non Covid-19.

Prosedur pemisahan IGD maupun ruangan, tetap dilaksanakan. Karena pandemi Covid-19 masih belum diketahui kapan berakhir.

“Semua persiapan dan antisipasi tetap dilakukan selama pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *