Sekeluarga di Madiopuro Jombang Ditemukan Terkapar Diduga Keracunan, Satu Meninggal

rumah sekeluarga diduga keracunan di Madiopuro Sumobito Jombang
Suasana rumah sekeluarga di Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang yang diduga mengalami keracunan. Dalam peristiwa ini, satu di antara keluarga tersebut yang masih berusia 7 tahun meninggal dunia.

FaktaJombang.com – Warga Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihebohkan dengan satu keluarga di dusun setempat diduga keracunan, Selasa (12/4/2022) malam.

Dalam keluarga ini, lima orang yang menjadi korban. Bahkan, satu di antaranya dinyatakan meniggal dunia. Keluarga tersebut ditemukan dalam kondisi lemas di dalam rumahnya.

Korban meninggal adalah bocah berumur 7 tahun bernama Savara Malaika Bilqis. Sementara korban lain adalah orang tua Bilqis, Slamet M Yusuf (42) dan istrinya Suji Mistiari (33), serta kakaknya, Mareta Putri Regina (13). Selain itu, orang tua dari Slamet, Asmiadi (73)

Seluruh korban, saat ini dilarikan ke Puskesmas Sumobito untuk mendapat perawatan medis.

“Yang meninggal anaknya usia 7 tahun, namanya Savara Malaika Bilqis. Sudah dimakamkan bakda Isya tadi,” kata Sudiono, Kepala Dusun (Kasun) Grudo, saat berada di rumah duka.

Belum diketahui penyebab satu keluarga ini keracunan. Kasus dugaan keracunan ini masih dalam penyelidikan polisi.

Sejumlah petugas dari Polsek dan Puskesmas Sumobito masih melalukan pendataan serta mengumpulkan sisa-sisa makanan untuk diteliti di rumah korban.

Salah satu tetangga korban mengaku, sempat mendengar cerita Slamet bahwa dirinya mengalami sakit setelah makan ayam goreng masakan istrinya, Suji Mistiari pada Minggu (10/4/2022) sore.

Wonadi (72) mengungkapkan, bukan hanya Slamet mengaku mengalami mual dan muntah terus-menerus. Bahkan, gejala yang sama dirasakan oleh istri dan anak serta orangtuanya.

“Katanya badannya sakit semua,” ungkap Wonadi.

Dugaan keracunan satu keluarga ini terungkap setelah salah satu tetangga Slamet lainnya yang bernama Parmi sempat mendatangi rumah keluarga nahas itu, Selasa sore tadi.

Parmi curiga karena situasi rumah sedang sepi. Dia melihat Slamet dan satu anaknya tergeletak di ruang tamu. Sementara, di dalam kamar, dia juga melihat Suji tengah menggendong anaknya sembari tiduran.

Dari situlah akhirnya diketahui keluarga ini mengalami keracunan. “Anaknya yang digendong Suji, sudah kaku,” kata Wonadi.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa. Kemudian, Kasun Sudiono datang bersama warga. Seluruh korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sumobito.

“Yang meninggal sudah dimakamkan, yang lainya dibawa ke Puskesmas Sumobito,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *