Senangnya Anak Yatim TPQ Al-Ummah Jombang, MCK dan Tempat Wudlu Dapat Bantuan Perbaikan

TPQ al umah jombang dapat bantuan
Penyerahan bantuan sarana perbaikan MCK (Mandi Cuci Kakus) dan tempat wudlu di TPQ Al-Ummah, Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Rabu (23/3/2022).

FaktaJombang,com – Keceriaan tampak tersirat di wajah anak-anak yatim di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Al-Ummah, Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Rabu (23/3/2022).

Bagaimana tidak, tak lama lagi, fasilitas tempat mereka mengaji segera diperbaiki. Perbaikan tersebut dilakukan oleh salah satu perusahaan fintech bernama PT WOM Finace.

Perusahaan pembiayaan ini sengaja mengucurkan anggaran dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 35 juta untuk memperbaiki sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) dan tempat wudlu di sana.

Branch Manajer PT WOM Finace Jombang, Eko Cahyo Widodo mengaku, sengaja memilih pondok pesantren atau TPQ agar anggaran tersebut memiliki manfaat lebih bagi masyarakat dan umat.

Perbaikan fasilitas ini akan difokuskan pada sarana MCK dan tempat wudhu. Sebab tersebut menjadi bagian terpenting di lingkungan pesantren atau TPQ.

“CSR ini sebenarnya rutin kegiatan setiap kwartal, kebetulan ini juga ulang tahun WOM ke 40 dan perusahaan punya visi ikut ingin maju bersama masyarakat. Kami dapat prioritas melanjutkan program ini. Sedangkan tujuan memilih Ponpes tempat kumpulnya umat, menuntut ilmu, ke depan juga generasi penerus,” ujarnya dilokasi.

Eko Cahyo menuturkan, perbaikan MCK dan tempat wudlu ini sengaja dilakukan pada satu titik saja. Ini agar hasilnya lebih berkualitas.

“Kalau beberapa titik takutnya tidak maksimal dan tidak fokus, besar harapan kami ini sangat bermanfaat untuk anak yatim di sini,” tandasnya.

Perbaikan fasiltas mengaji dan pondok ini, tentu saja membuat anak-anak yang rata-rata masih berusia tingkat Sekolah Dasar (SD) tersebut semakin nyaman.

Ketua Yayasan Nurul Ahmadi di TPQ Al-Ummah, Mas’ud Ahmad berharap, bantuan ini akan bermanfaat di lingkungan pondok pesantrennya. Sebab, Ponpes itu merupakan yayasan mandiri.

Sejauh ini, ada sekitar 400 santri, dimana sebagian besar terdiri dari anak yatim dan piatu yang tinggal dan diajarkan pendidikan mengaji hingga sekolah di sana.

“Kami sangat bersyukur, semoga sarana MCK dan tempat wudhu ini semakin bermanfaat bagi anak-anak didik kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *