Seragam Gratis SD/SMP Sederajat di Jombang Direfocusing Karena Dinilai Tak Urgen

  • Bagikan
Agus Purnomo Kadisdikbud Jombang
Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Keberadaan 24 Rumah Sehat yang ditetapkan di 21 Kecamatan se-Kabupaten Jombang, dibiayai lewat Anggaran BTT (Belanja Tidak Tetap) APBD setempat TA 2021

Anggaran BTT tersebut, merupakan hasil refocusing atau pergeseran anggaran dari sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Jombang, yang dinilai tidak urgen atau mendesak. Salah satunya, pengadaan kain seragam gratis bagi SD/SMP sederajat senilai Rp 16,3 Miliar.

Meski menjadi salah satu program unggulan yang diusung Bupati dan Wabup Jombang pada Pilkada 2018 lalu, dan sudah ditetapkan pemenang tendernya, pengadaan kain seragam gratis ini pun tetap dibatalkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Agus Purnomo mengatakan, seragam gratis untuk SD/SMP sederajat, tidaklah begitu urgen. Alasannya, pandemi Covid-19 masih belum ada kepastian kapan selesainya.

“Buktinya pengadaan seragam tahun kemarin, buktinya dalam kurun setahun nggak dipakai. Berarti kan nggak urgen. Begitu pertimbangannya,” ujarnya, dikonfirmasi lewat nomor selularnya, Senin (30/8/2021).

Agus Purnomo menandaskan, meski sudah ditetapkan pemenang tender, pembatalan proyek pengadaan seragam gratis, tidak masalah.

“Jangankan begitu, meski sudah terjadi penandatangan kontrak pun boleh dilakukan refocusing. Asalkan untuk penanganan Covid-19. Kecuali proyek yang sudah berjalan, kan nggak mungkin dihentikan,” jawabnya.

Kebijakan merefocusing anggaran pengadaan seragam gratis, lanjutnya, merupakan langkah terakhir. Karena biaya yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 mencapai lebih dari Rp 15 Miliar. Sedangkan refocusing sejumlah belanja dan kegiatan di OPD lain, sudah dilakukan sebelumnya dan sudah habis.

“Di OPD-OPD yang lain sudah dikepras dan nggak memungkinkan. Kemudian dana penanganan Covid-19 mengalami kekurangan sekitar Rp 15 Miliar. Akhirnya, ya di tempat saya itu,” ujar Agus Purnomo.

Pihaknya juga menambahkan, pertimbangan lain merefocusing seragam gratis karena nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

“Juga karena mudah dan butuh cepat, yang pas ya itu Rp 16,3 Miliar. Dengan pertimbangan, Covid-19 masih belum menentu, pembelajaran tatap muka belum memungkinkan,” paparnya.

Sekedar informasi di laman LPSE Jombang, pengadaan kain seragam siswa SMP/MTs negeri dan swasta putih biru dimenangkan oleh CV Sastra Guna Perkasa asal Denpasar, Bali, dengan nilai Rp 4.571.509.250,00

Kemudian, pengadaan kain seragam pramuka siswa SMP/MTS negeri dan swasta, dimenangkan CV Wiradhikaz asal Malang, Jawa Timur, dengan nilai Rp 4.335.966.250,00.

Selanjutnya, pengadaan kain seragam putih merah untuk siswa SD negeri/swasta, dan putih hijau MI negeri/swasta dimenangkan CV Sastra Guna Perkasa, asal Denpasar, Bali, dengan nilai Rp 2.978.443.270,00.

Terakhir, pengadaan kain seragam pramuka siswa SD/MI negeri/swasta, dimenangkan oleh CV Wiradhikaz asal Malang, dengan nilai Rp 2.885.970.175,00. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *