FaktaJombang.com – Persoalan belasan pohon jati milik Moch Naim (60) yang ditebang orang tak dikenal, akhirnya berkesudahan dan berujung damai. Ini setelah pemilik lahan, Moch Naim dengan Kepala Desa (Kades) Bangsri, Suradi, menandatangani surat pernyataan kesepakatan damai.
Dalam surat pernyataan tertanggal 24 September 2021 tersebut, terdapat 3 poin ketentuan. Di antaranya, Kades Bangsri memberikan ganti rugi kepada Moch Naim berupa uang atas pohon jati miliknya yang telah ditebang. Untuk besaran ganti rugi tersebut, telah disepakati kedua pihak.
Sedangkan 15 pohon jati yang sudah terlanjur ditebang tersebut, tetap menjadi hak milik Moch Naim. Dan terakhir, Kades Suradi menyatakan jika kejadian serupa tidak akan terulang di kemudian hari. Yakni, tindakan-tindakan dalam hal penebangan pohon jati tanpa ada perijinan dari pemilik lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain ditandatangani kedua pihak, surat pernyataan tersebut juga ditandatangi Pemdes Bangsri diwakili Ansori, Camat Plandaan Agus Sholihuddin, dan Tiga Pilar.
Proses mediasi antara kedua pihak hingga tercapainya kesepakatan damai tersebut, dilakukan di Balai Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Kamis (24/9/2021).
Sebelum mediasi digelar, Pemdes Bangsri dan Moch Naim melakukan pengukuran tanah yang menjadi lokasi penebangan belasan pohon jati tersebut. Proses pengukuran lahan ini, dihadiri dan disaksikan Tiga Pilar.
Terpisah, Moch Naim memastikan jika persoalan tersebut sudah selesai dan dirinya menerima ganti rugi sesuai kesepakatan antara pihaknya dengan Kades Bangsri.
“Alhamdulillah, semuanya sudah beres. Tidak ada masalah. Dan pihak pertama sudah memberikan ganti rugi,” tuturnya kepada FaktaJombang.com, Jumat (24/9/2021).
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 pohon jati yang tumbuh di lahan milk Moch Naim di Dusun Sembung (sebelumnya ditulis Dusun Jambe) Desa Bangsri, ditebang orang tak dikenal, Jumat (17/9/2021) lalu.
Warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang ini juga mengaku, mendapatkan informasi jika pohon jatinya ditebang oleh orang ‘suruhan’ Kepala Desa (Kades) Bangsri. Alasannya, lahannya akan difungsikan untuk pelebaran jalan dan selokan.
Seminggu berselang, persoalan ini tuntas di tingkat mediasi. Antara dirinya dengan Kades Bangsri pun menyatakan kesepakatan damai, yang dibuktikan dengan surat pernyataan tersebut. *)
Baca sebelumnya:
– Belasan Pohon Jati di Bangsri Jombang Ditebang Orang Tak Dikenal, Pemilik Geram
– Belasan Pohon Jati Ditebang, Camat Plandaan Jombang Nilai Kades Bangsri Gegabah